BALIKPAPAN - Perhatian Pemprov Kaltim semakin maksimal dalam antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terlebih Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kaltim sebagai kawasan penanganan khusus karhutla 2025.
Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menghadiri konsolidasi kesiapsiagaan pengendalian kebakaran lahan. Kegiatan ini digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Jumat (4/7).
Rudy mengatakan, penetapan kawasan penanganan khusus karhutla karena keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim. Artinya Kaltim menjadi etalase dan wajah Indonesia. Tentu membutuhkan perlindungan ekosistem secara menyeluruh, komprehensif, dan berkelanjutan. Saat ini, Juli hingga Agustus memasuki puncak musim kemarau di Kaltim.
Dia meminta perhatian bersama mengantisipasi potensi karhutla di Bumi Etam. “Apalagi perkebunan sawit di Kaltim banyak sekali berupa lahan gambut. Ini memicu potensi kebakaran hutan,” ungkapnya.
Rudy menyinggung, penyebab karhutla di Indonesia sebagian besar karena ulah manusia sendiri. Sehingga pencegahan karhutla dengan mengatur perilaku dan disiplin perusahaan. Sinergi dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. “Kami senang sekali GAPKI sudah ambil bagian lewat rakor hari ini yang momentumnya sangat penting dan tepat,” imbuhnya.
Mengingat Juli dan Agustus memasuki puncak musim kemarau baik di Kaltim dan Kaltara. “Kami sangat berharap kegiatan rakor seperti ini bukan hanya seremonial tetapi menghasilkan langkah konkret,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan