Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Labuan Cermin Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia; Perlu Dukungan Akomodasi, Transportasi dan Promosi

ADV • Rabu, 16 Juli 2025 | 06:05 WIB

 

DESTINASI: Gubernur Rudy Mas’ud bersama Anggota DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum, Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Sri Wahyuni, dan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Labuan Cermin, Berau.
DESTINASI: Gubernur Rudy Mas’ud bersama Anggota DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum, Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Sri Wahyuni, dan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Labuan Cermin, Berau.

KALTIMPOST.ID - Berau menyimpan banyak objek wisata yang sangat mengagumkan. Beberapa bahkan layak mendapatkan predikat objek wisata kelas dunia (world class).

Berbagai destinasi unggulan terhampar di Berau. Antara lain Pulau Derawan, Sangalaki, Maratua, dan Kakaban. Di sisi selatan ada juga Pulau Kaniungan dan Biduk-Biduk.

Di Biduk-Biduk salah satunya adalah destinasi wisata Labuan Cermin. Gubernur HRudy Mas’ud (Harum) bahkan tak ragu menyebutnya sebagai destinasi kelas dunia.

"Ini destinasinya sangat luar biasa. Ini baru namanya world class. Benar-benar kelas dunia," kata Gubernur Harum usai mengunjungi Labuan Cermin, bersama Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum, Selasa (15/7).

Potensi wisata berkelas dunia ini, menurut Gubernur Harum, harus didukung penuh. Komitmen Pemprov Kaltim telah tertuang dalam RPJMD untuk pengembangan sektor pariwisata.

Orang nomor satu di pemerintahan Benua Etam ini pun menegaskan Pemprov Kaltim bersama Pemkab Berau segera melakukan pembenahan dan perbaikan sarana dan prasarana objek wisata.

Gubernur Harum menyoroti pentingnya menjaga kelestarian alam Labuan Cermin sembari meningkatkan fasilitas pendukung pariwisata. "Termasuk transportasi dan akomodasi. Homestay atau vila dan restoran berkelas perlu dipersiapkan di sini," beber Harum.

Pemprov Kaltim akan berkoordinasi dengan Pemkab Berau serta pihak-pihak terkait untuk menyusun strategi pengembangan Labuan Cermin. "Kita harus pastikan keindahan alam ini tetap terjaga. Namun di sisi lain, infrastruktur seperti akses jalan, penginapan, dan fasilitas kebersihan juga harus terus ditingkatkan agar wisatawan merasa nyaman," tambah Gubernur Harum.

Dia juga mengingatkan perlu promosi yang lebih gencar di tingkat nasional maupun internasional. Juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar dapat turut merasakan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

"Kaniungan dan Labuan Cermin adalah potensi besar yang harus dikembangkan bersama menjadi destinasi wisata kelas dunia," tutup Gubernur Harum.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menjelaskan Labuan Cermin telah lama menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara berkat keunikannya. Selain itu, airnya yang bening memungkinkan pengunjung melihat dasar danau dengan jelas, bahkan pantulan langit dan pepohonan di sekitarnya.

Fenomena alam yang langka ini menjadi nilai jual utama yang membedakannya dari danau-danau lain. "Keindahan Labuan Cermin ini sungguh luar biasa, sangat unik dengan airnya yang jernih seolah dua lapis, tawar di atas dan asin di bawah," jelasnya.

PEMECAH OMBAK

Gubernur Harum juga melakukan peninjauan langsung proyek pembangunan penahan abrasi di Pantai Biduk-Biduk, Berau. Kunjungan bertujuan untuk memastikan progres dan kualitas pembangunan infrastruktur dalam melindungi kawasan pesisir Biduk-Biduk dari ancaman abrasi yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

"Kita sepakat jalur pesisir sepanjang 12 km ini akan terus kita benahi dengan berbagai cara yang preventif," kata Gubernur Harum.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Gubernur Harum meninjau setiap segmen proyek yang mencakup pembangunan breakwater dan penanaman vegetasi pantai.

Dia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek ini sesuai target waktu dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Jalur pantai sepanjang 12 km, lanjut Harum, tetap ditangani secara intensif, terutama titik-titik kritis abrasi, sehingga harus dibangun penahan ombak.

"Proyek penahan abrasi ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk melindungi keberlanjutan lingkungan dan mata pencaharian masyarakat pesisir," ujar Gubernur Harum.

Selain pembangunan penahan abrasi (beton), Gubernur Harum meminta juga dilakukan penanaman mangrove secara intensif melibatkan semua pihak.

"Kalau kita tanam bakau, Bu Bupati, maka ikan, kepiting, udang dan berbagai jenis hewan laut berkumpul di sini. Ekosistem terjaga dengan baik dan pantai jadi asri," ungkap Harum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menyebutkan proyek pembangunan pengaman Pantai Biduk-Biduk dilaksanakan tahun 2021-2024.

Penanganan dilaksanakan meliputi 6 kampung/desa dengan pantai kritis terabrasi sepanjang 5 km. Sisa panjang pantai yang belum tertangani 2,7 km.

"Tahun 2025 telah terkontrak Rp 4 miliar untuk penanganan sepanjang 165 meter," sebutnya.

Tampak istri Wagub Kaltim Wahyu Seno Aji, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, para asisten, kepala biro dan pimpinan perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kaltim. (*)

Editor : Duito Susanto
#Labuan Cermin #pemprov kaltim #Sangalaki #Rudy Masud #maratua #destinasi wisata #pulau derawan #kabupaten berau