Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Wajib Tahu! Ini Penyebab Kalimantan Timur Sering Disebut Bumi Etam dan Benua Etam

Khoirun Nisa • Jumat, 26 September 2025 | 16:46 WIB

 

Potret Kota Balikpapan Provinsi Kaltim.
Potret Kota Balikpapan Provinsi Kaltim.

KALTIMPOST.ID, Kalimantan Timur (Kaltim), merupakan sebuah provinsi yang tak hanya kaya akan sumber daya alamnya.

Tapi juga beragam suku, budaya hingga bahasanya. Wilayah yang dulunya dikuasai Kerajaan Kutai ini punya julukan menarik. Bumi Etam dan Benua Etam.

Julukan itu sangat akrab di telinga masyarakat lokal. Tapi bagi mereka yang bukan asli Kaltim alias pendatang, sering bertanya-tanya, apa itu Bumi Etam dan Benua Etam?

Kalau kamu warga asli Kaltim atau perantau yang menetap di provinsi ini, wajib tahu nih, penyebab Kaltim kerap disebut sebagai Bumi Etam dan Benua Etam. Simak sampai habis ya!

Makna di Balik Nama Etam

Kata "Etam" berasal dari bahasa daerah, dari bahasa Kutai, yang berarti "kita" atau "milik kita".

Kata ini memiliki makna yang erat dengan rasa kepemilikan, kebersamaan, dan solidaritas antarsesama warga.

Simbol Identitas dan Keberagaman

Julukan "Bumi Etam" tidak hanya dipakai dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga telah menjadi simbol resmi dan kebanggaan daerah.

Kamu bisa mendengar ungkapan ini dari pemerintah, disebut di berbagai siaran media, melihatnya dalam semboyan organisasi, bahkan dipertunjukkan dalam acara budaya.

Sebutan ini juga memperkuat nilai persatuan dalam keberagaman. Kalimantan Timur dihuni oleh beragam suku seperti Dayak, Kutai, Banjar, Bugis, Jawa, dan lainnya.

Dengan menyebut tanah ini sebagai "milik kita", semua kelompok merasa diakui dan menjadi bagian penting dari provinsi ini.

Warisan Bersama yang Harus Dijaga

Pada akhirnya, "Bumi Etam" dan "Benua Etam" dinilai lebih dari sekadar julukan.

Di dalam kata sederhana "Etam", tersimpan filosofi mendalam tentang bagaimana masyarakat Kalimantan Timur memandang tanah kelahiran mereka: sebagai warisan bersama yang harus dijaga dan dihormati oleh semua penghuninya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#bumi etam #Benua Etam #kalimantan timur