KALTIMPOST.ID, Kalimantan Timur (Kaltim), merupakan sebuah provinsi yang tak hanya kaya akan sumber daya alamnya.
Tapi juga beragam suku, budaya hingga bahasanya. Wilayah yang dulunya dikuasai Kerajaan Kutai ini punya julukan menarik. Bumi Etam dan Benua Etam.
Julukan itu sangat akrab di telinga masyarakat lokal. Tapi bagi mereka yang bukan asli Kaltim alias pendatang, sering bertanya-tanya, apa itu Bumi Etam dan Benua Etam?
Kalau kamu warga asli Kaltim atau perantau yang menetap di provinsi ini, wajib tahu nih, penyebab Kaltim kerap disebut sebagai Bumi Etam dan Benua Etam. Simak sampai habis ya!
Makna di Balik Nama Etam
Kata "Etam" berasal dari bahasa daerah, dari bahasa Kutai, yang berarti "kita" atau "milik kita".
Kata ini memiliki makna yang erat dengan rasa kepemilikan, kebersamaan, dan solidaritas antarsesama warga.
- Bumi Etam: Secara harfiah berarti "Rumah Kita". Istilah ini menegaskan bahwa Kalimantan Timur adalah rumah milik bersama, yang tanahnya harus dijaga dan dihargai oleh semua warganya.
- Selain itu, Bumi Etam juga merupakan nama dari sebuah daerah di Provinsi Kaltim ini. Bumi Etam adalah sebuah satu desa di wilayah Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
- Benua Etam: Kata "benua" di sini tidak merujuk pada daratan besar seperti di geografi, kata benua berasal dari kata ‘banua’ yang berarti tempat asal. Sehingga "Benua Etam" berarti “Daerah Tempat Kita Berasal", yang menjadi identitas kebersamaan dan kearifan lokal warganya.
Simbol Identitas dan Keberagaman
Julukan "Bumi Etam" tidak hanya dipakai dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga telah menjadi simbol resmi dan kebanggaan daerah.
Kamu bisa mendengar ungkapan ini dari pemerintah, disebut di berbagai siaran media, melihatnya dalam semboyan organisasi, bahkan dipertunjukkan dalam acara budaya.
Sebutan ini juga memperkuat nilai persatuan dalam keberagaman. Kalimantan Timur dihuni oleh beragam suku seperti Dayak, Kutai, Banjar, Bugis, Jawa, dan lainnya.
Dengan menyebut tanah ini sebagai "milik kita", semua kelompok merasa diakui dan menjadi bagian penting dari provinsi ini.
Warisan Bersama yang Harus Dijaga
Pada akhirnya, "Bumi Etam" dan "Benua Etam" dinilai lebih dari sekadar julukan.
Di dalam kata sederhana "Etam", tersimpan filosofi mendalam tentang bagaimana masyarakat Kalimantan Timur memandang tanah kelahiran mereka: sebagai warisan bersama yang harus dijaga dan dihormati oleh semua penghuninya. ***
Editor : Dwi Puspitarini