SAMARINDA – Peristiwa di Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan keagamaan di Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik dan keamanan seluruh pondok pesantren di Indonesia.
“Evaluasi ke depan, ke semua pondok pesantren, kita harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan serta infrastruktur masing-masing,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pesan Presiden di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10).
Arahan presiden itu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, termasuk di Kalimantan Timur (Kaltim).
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji memastikan, pihaknya segera menindaklanjuti instruksi tersebut dengan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh pondok pesantren di wilayahnya.
“Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Agama Kaltim. Minggu depan akan ada rakor lagi dengan kementerian untuk memetakan pesantren yang perlu diantisipasi,” ungkap Seno Aji ditemui di sela dialog bersama Menteri Sosial RI Syifullah Yusuf di gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim, Jalan Cipto Mangunkusumo Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (7/10).
Ia menegaskan, langkah ini penting bukan hanya untuk memastikan keamanan bangunan, tapi juga untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan santri dalam kegiatan belajar dan berasrama.
“Kami minta seluruh kabupaten dan kota melakukan pengecekan langsung. Harapannya, pesantren di Kaltim memiliki gedung yang kokoh, bersih, dan layak huni,” tegasnya.
Menurut Seno, Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen untuk melakukan pendataan ulang kondisi fisik pondok, mulai dari struktur bangunan, instalasi listrik, hingga sarana penunjang keselamatan seperti jalur evakuasi dan alat pemadam kebakaran.
Pemeriksaan juga akan melibatkan tim teknis dari DPUPR-Pera Kaltim, BPBD, dan instansi terkait. “Kami ingin evaluasi ini tidak sekadar formalitas, tapi benar-benar bisa mencegah kejadian serupa,” singkatnya.
Dia berharap keamanan gedung khususnya pesantren menjadi prioritas bersama. “Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga tempat tumbuhnya generasi muda yang harus dijaga keselamatannya,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan