KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Industri kertas dan percetakan mencatatkan prestasi tertinggi dalam realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kalimantan Timur pada triwulan II 2025. Subsektor itu menjadi penyumbang investasi terbesar, mencapai USD 60,84 juta atau setara Rp 973,58 miliar, menyumbang 25,44 persen dari total investasi asing di Bumi Etam.
Dominasi sektor tersebut menunjukkan bahwa industri berbasis pengolahan masih menjadi daya tarik utama investor asing. Selain industri kertas, subsektor pertambangan juga memberikan kontribusi besar. Dengan nilai investasi USD 54,99 juta atau sekitar Rp 879,89 miliar, setara 22,99 persen dari total PMA
"Disusul subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan realisasi USD 48,32 juta atau Rp 773,25 miliar, menyumbang 20,20 persen," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana.
Tiga sektor tersebut menjadi penggerak utama investasi asing di Bumi Etam. “Secara keseluruhan terdapat sekitar 20 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMA pada Triwulan II tahun 2025,” sambung Fahmi.
Tak hanya dari sisi nilai investasi, subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan juga menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak. Bidang itu menyerap 2.596 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau 68,42 persen dari total tenaga kerja lokal yang terserap melalui tambahan investasi asing. Sektor yang sama juga menyerap lima tenaga kerja asing (TKA).
Sementara itu, Industri Kertas dan Percetakan mencatat penyerapan 409 TKI atau 10,78 persen, diikuti Pertambangan dengan 394 TKI atau 10,38 persen dari total tenaga kerja Indonesia yang terserap. (*)
Editor : Sukri Sikki