KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Laju kredit korporasi di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami tekanan. Pada triwulan II 2025, penyaluran kredit sektor korporasi tercatat menurun dibandingkan periode sebelumnya. Sejalan dengan perlambatan pada sejumlah sektor utama ekonomi daerah.
Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto, penyaluran kredit korporasi pada triwulan II 2025 terkontraksi 3,33 persen (yoy), setelah tumbuh positif pada periode sebelumnya yang tercatat 2,48 persen yoy.
Menurutnya, tren itu menunjukkan aktivitas bisnis besar di Kaltim tengah menyesuaikan diri dengan tekanan ekonomi yang masih terasa. Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pelemahan di sektor-sektor utama.
Seperti pertambangan dan industri pendukung turut menekan permintaan pembiayaan dari perusahaan besar. “Kredit korporasi di Kaltim terkontraksi lebih dalam dibandingkan dengan kredit agregatnya,” ujar Budi.
Meski demikian, Budi menegaskan stabilitas perbankan daerah tetap terjaga. Salah satu indikatornya terlihat dari tingkat risiko kredit yang masih rendah. “Di tengah perlambatan kinerjanya, rasio NPL kredit korporasi masih terjaga rendah sebesar 1,64 persen,” sebutnya.
Angka tersebut menunjukkan kualitas kredit korporasi tetap sehat meskipun terjadi penurunan penyaluran. Menandakan kehati-hatian bank dalam menyalurkan pembiayaan tetap konsisten.
Budi menilai, sektor perbankan tetap memiliki peran penting menjaga momentum ekonomi, termasuk dengan memastikan likuiditas korporasi tetap aman. Upaya tersebut diharapkan dapat menopang stabilitas keuangan daerah.
Dengan tren kontraksi yang terjadi, BI menilai perlunya sinergi antara pelaku usaha dan lembaga keuangan agar pembiayaan produktif tetap tumbuh. Dukungan terhadap sektor hilir industri dan diversifikasi ekonomi juga dianggap penting agar ketergantungan pada sektor utama dapat dikurangi. (*)
Editor : Sukri Sikki