KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ratusan anak sekolah dan aktivis muda tumpah ruah di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Kaltim, merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 pada 30 Juli 2025. Momentum bagi pemerintah provinsi untuk menegaskan komitmen membangun Generasi Emas yang bebas dari kekerasan.
Kegiatan tersebut mengangkat tema Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045. Acara dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Hj Noryani Sorayalita SE MMT.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Ir H Seno Aji MSi. Dalam sambutannya, Wagub Seno menggarisbawahi makna terdalam dari perayaan HAN dan meminta peringatan itu dimaknai sebagai pengingat akan tugas kolektif.
"Peringatan HAN bukan hanya sebuah perayaan seremonial yang penuh warna dan kegembiraan. Ini adalah momen penting untuk merenungkan kembali komitmen kita dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak, serta memastikan mereka tumbuh dengan sehat, cerdas, dan bahagia," tegasnya.
Dia tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi, seperti masih adanya kasus kekerasan fisik maupun psikologis terhadap anak dan keterbatasan akses pendidikan yang layak. Karena itu, dia menitipkan pesan penting kepada seluruh orang tua dan pendidik.
"Jadilah pelindung dan panutan, bukan sekadar pengawas. Dengarkan anak-anak, bimbing mereka dengan cinta dan kesabaran," pintanya.
Sementara itu, Noryani, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan itu adalah wujud nyata upaya pemenuhan hak anak. "Peringatan HAN dilaksanakan sebagai upaya menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh kembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," jelasnya.
Acara meriah tersebut dihadiri sekitar 500 peserta, termasuk pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA/SMK/Madrasah, serta Forum Anak Kaltim. Selain pentas seni, para peserta juga mendapatkan edukasi dari narasumber, salah satunya adalah Aipda Mei Mahatthir Gamayel dari Polresta Balikpapan, yang memberikan materi tentang Memahami dan Mematuhi Peraturan Lalu Lintas.
Kegiatan diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan berkualitas. Wagub Seno menutup sambutannya dengan semangat optimisme, mengukuhkan tekad Kaltim mewujudkan Indonesia Layak Anak.
“Teruslah menjadi anak-anak hebat yang membawa semangat perubahan, karena Indonesia kuat dimulai dari anak yang sehat, cerdas, dan bahagia," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki