Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mempererat Simpul Kerukunan, FKUB Kaltim dan Jatim Berbagi Strategi

Ari Arief • Sabtu, 29 November 2025 | 05:00 WIB

FKUB Kaltim bertemu FKUB Jatim di Surabaya.
FKUB Kaltim bertemu FKUB Jatim di Surabaya.

KALTIMPOST.ID,SURABAYA-Suasana kehangatan dan semangat untuk memperkuat harmoni antarumat beragama menyelimuti Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada Kamis (27/11/2025).

Momen ini terjadi seiring kedatangan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Timur untuk melaksanakan kegiatan “Dialog dan Sharing Program Strategis FKUB” bersama FKUB Jawa Timur. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk mengukuhkan persatuan dan kerukunan di antara masyarakat majemuk di kedua provinsi besar tersebut.

Pertemuan antara dua forum ini menjadi ajang penting untuk saling bertukar wawasan dan memperkuat kolaborasi dalam menerapkan prinsip-prinsip moderasi beragama di tengah masyarakat.

Ketua FKUB Jawa Timur, Hamid Syarif, menyampaikan bahwa pihaknya masih menghadapi beberapa rintangan praktis, khususnya terkait proses pendirian rumah ibadah.

Baca Juga: Perkokoh Harmoni Kaltim, FKUB dan Pemprov Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama

“Sejauh ini, pendekatan kami cenderung normatif. FKUB bertugas memberikan rekomendasi, namun implementasi akhirnya tetap tunduk pada regulasi yang berlaku. Di titik inilah sering muncul hambatan,” jelasnya.

Meskipun demikian, FKUB Jatim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kerukunan. Setiap tahun, FKUB Jatim aktif menyelenggarakan sosialisasi penyadaran di seluruh 38 kabupaten/kota, terlepas dari keterbatasan kewenangan struktural yang dimilikinya.

“Kami tidak membatasi diri pada kewenangan formal. FKUB di tingkat provinsi terus aktif mengedukasi masyarakat tentang kerukunan agar nilai-nilai toleransi benar-benar mengakar kuat,” tambahnya.

Pengakuan Hukum dan Dukungan Riil di Kalimantan Timur

Di sisi lain, Ketua FKUB Kalimantan Timur, Muhammad Rasyid, memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari FKUB Jatim. Ia menyoroti bahwa walaupun kedudukan FKUB Kaltim sudah diakui kuat secara hukum, dukungan implementatif di lapangan masih perlu ditingkatkan.

“Secara legal, posisi FKUB sudah sangat jelas dan kokoh. Namun, belum semua wilayah memberikan dukungan yang merata. Sebagai contoh, masalah pembiayaan, belum semua daerah memiliki perhatian yang sama, padahal peran FKUB sangat esensial,” ungkap Rasyid.

Baca Juga: Ini Pesan Keras Kemenag, FKUB Penajam Wajib Jadi Penengah Lintas Agama

Rasyid menambahkan, kunjungan ke Jawa Timur ini merupakan langkah vital untuk mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil dijalankan.

“FKUB Kaltim juga terus melakukan pengawasan hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Kunjungan semacam ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi FKUB daerah. Kami berupaya memastikan setiap FKUB memiliki kesekretariatan dan dukungan minimal agar dapat berfungsi secara optimal,” lanjutnya.

Pesan Kepala Kanwil Kemenag Jatim

Dalam acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, turut menyampaikan pesan yang menekankan nilai kebersamaan.

“Menghormati dan menghargai perbedaan adalah bentuk rasa syukur atas karunia Ilahi. Jika kita sibuk dengan perdebatan perbedaan, artinya kita belum memahami hakikat ketaatan. Justru, dari perbedaan itulah kita menemukan kekuatan,” tegasnya.

Kegiatan dialog dan berbagi pengalaman ini mengukuhkan tekad bersama antara FKUB Kaltim dan FKUB Jatim untuk berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang damai, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban. Dengan adanya pertukaran gagasan ini, diharapkan peran strategis FKUB sebagai jembatan harmoni antarumat beragama dapat semakin diperkuat.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#fkub #kaltim #jatim #beragama