Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pertumbuhan QRIS di Kaltim di Atas Nasional: Mahulu Catat Lonjakan Pembayaran hingga 400 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:00 WIB

 

Pertumbuhan QRIS lebih tinggi dibanding nasional. Yakni 130 persen yoy, dimana nasional hanya tercatat 102 persen yoy.   
Pertumbuhan QRIS lebih tinggi dibanding nasional. Yakni 130 persen yoy, dimana nasional hanya tercatat 102 persen yoy.  
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ekosistem pembayaran digital di Kalimantan Timur terus menguat sepanjang Oktober 2025. Kinerja yang merangkak naik tersebut selaras dengan tren nasional yang tengah menunjukkan geliat serupa.

“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital secara nasional pada Oktober 2025 meningkat, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Budi merinci dorongan terbesar berasal dari transaksi berbasis digital. Nominal transaksi QRIS tumbuh tinggi mencapai 102 persen (year-on-year/yoy), diikuti Uang Elektronik (UE), BI-Fast, dan APMK (alat pembayaran menggunakan kartu) masing-masing 42 persen (yoy), 28 persen (yoy), dan 11 persen (yoy).

Geliat yang sama terjadi di Bumi Etam. “Sejalan dengan pertumbuhan nasional, transaksi nontunai di Kaltim selama Oktober 2025 terus mengalami tren positif, utamanya didorong transaksi pembayaran menggunakan QRIS dan UE,” jelasnya.

Pertumbuhan QRIS di Kaltim bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Tumbuh signifikan 130 persen (yoy) dan berkontribusi 48 persen terhadap total transaksi QRIS di Kalimantan. Sementara itu, kontribusi UE juga tidak tertinggal. Menunjukkan pertumbuhan 10 persen (yoy) dengan kontribusi 33 persen terhadap total transaksi di Kalimantan.

Pertumbuhan transaksi turut dipertegas dengan meningkatnya jumlah pengguna dan merchant. “Jumlah pengguna QRIS di Kaltim tumbuh 7,09 persen (yoy) dengan kontribusi 29 persen terhadap total jumlah pengguna di Kalimantan, sedangkan jumlah merchant QRIS tumbuh 33 persen (yoy) dengan kontribusi 34 persen terhadap total merchant di Kalimantan,” paparnya.

Dengan angka tersebut, Kaltim tercatat sebagai wilayah dengan nilai transaksi nontunai terbesar di seluruh Pulau Kalimantan. Di tingkat kabupaten/kota, setiap wilayah mencatatkan kinerja positif. Pertumbuhan paling pesat datang dari Mahakam Ulu yang mencatat akselerasi ekstrem pada semua kanal pembayaran digital.

“Pada Oktober 2025, Mahakam Ulu menjadi kabupaten dengan pertumbuhan transaksi pembayaran nontunai tertinggi sejalan dengan dukungan penguatan ekosistem digital dari pemda dan perbankan. Secara rinci, Mahakam Ulu mencatat lompatan penggunaan UE hingga 440 persen (yoy), transaksi QRIS 373 persen (yoy), serta APMK yang naik 120 persen,” paparnya.

Kutai Timur menjadi wilayah dengan pertumbuhan signifikan berikutnya. Mencatat pertumbuhan pembayaran menggunakan QRIS 250 persen (yoy), APMK 32 persen (yoy), dan UE 26 persen (yoy).

Dengan capaian tersebut, Kaltim memantapkan diri sebagai episentrum transaksi nontunai di Kalimantan. Didukung sistem pembayaran yang semakin inklusif, pemanfaatan layanan digital semakin meluas baik di kota besar maupun wilayah terluar seperti Mahakam Ulu. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bank indonesia (bi) #pembayaran #Budi Widihartanto #qris