Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Industri Pengolahan Kaltim Mulai Tertahan, BI: Dampak Ekspor CPO hingga Moderasi Kinerja Refinery

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 9 Desember 2025 | 12:16 WIB

 

Kinerja pengolahan minyak dan gas masih tumbuh secara tahunan, dan pertumbuhannya mulai termoderasi.   
Kinerja pengolahan minyak dan gas masih tumbuh secara tahunan, dan pertumbuhannya mulai termoderasi.  
 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Laju industri pengolahan di Kalimantan Timur tak sebaik triwulan lalu. Pada laporan terkini, sektor yang biasa menjadi penggerak perekonomian daerah itu mulai menunjukkan tanda-tanda moderasi.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menjelaskan bahwa perlambatan tersebut dipengaruhi melemahnya kinerja sejumlah industri kunci.

“Kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan sedikit tertahan di triwulan III 2025 seiring prakiraan penurunan kinerja industri CPO dan termoderasinya pertumbuhan industri refinery,” ujarnya.

Pertumbuhan industri pengolahan pada triwulan III 2025 tercatat melambat menjadi 13,96 persen (year-on-year/yoy), turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 15,12 persen (yoy). Dia menilai, perlambatan selaras dengan melemahnya ekspor CPO yang masih terkontraksi 6 persen (yoy). Kondisi tersebut membuat dorongan dari industri turunan sawit tak sekuat sebelumnya.

Budi mengungkapkan, kinerja pengolahan minyak dan gas memang masih tumbuh tinggi secara tahunan, sebagai efek lanjutan dari revamp kilang refinery migas pada 2024. Namun, pertumbuhannya mulai termoderasi. “Termoderasinya kinerja refinery migas tersebut tergambar dari penurunan ekspor hasil minyak yang terkontraksi sebesar 44,64 persen (yoy),” jelasnya.

Tak hanya CPO dan migas, industri pupuk juga mengalami perlambatan pada periode laporan. Indeks produksi pupuk tercatat ikut melambat, menambah tekanan pada keseluruhan kinerja industri pengolahan di Kaltim.

Dengan kombinasi faktor tersebut, pihaknya menilai prospek industri pengolahan masih harus dicermati, terutama melihat tren ekspor yang belum sepenuhnya pulih. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bank indonesia (bi) #industri cpo #Budi Widihartanto #kalimantan timur