KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya penanganan banjir lintas wilayah antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan positif. Komunikasi kerja sama kedua daerah kini memasuki tahap finalisasi di tingkat tim teknis.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan jajaran staf Pemkot Samarinda dan Pemkab Kukar saat ini tengah menyelaraskan detail rencana bersama tersebut. Ia menargetkan pembahasan di tingkat teknis dapat rampung pada Desember ini. “Mudah-mudahan di akhir Desember saya sudah bisa bertemu secara formal dengan Bupati Kukar,” ujarnya, Kamis (11/12).
Andi Harun menyebut bahwa koordinasi informal dengan Bupati Kukar juga sempat dilakukan saat keduanya menghadiri agenda penandatanganan kerja sama antara Pemprov Kaltim dan Kejaksaan, sehari sebelumnya. Ia menilai respons Pemkab Kukar sangat positif.
“Bupati Kukar sangat menyambut baik dan memahami situasi tersebut. Komunikasi berjalan lancar, jadi kami optimis bisa mencapai kesepakatan dengan baik,” jelasnya.
Adapun wilayah yang menjadi fokus kerja sama berada di kawasan perbatasan Samarinda Utara dengan Kukar. Konsep utama yang dibahas adalah pembangunan kolam retensi di wilayah Kukar yang berbatasan langsung dengan Samarinda. Melalui skema ini, kedua daerah diharapkan dapat saling menunjang dalam pengendalian banjir, terutama pada titik-titik rawan limpasan air dari hulu.
Meski pembahasan dengan Kukar terus bergerak, AH memastikan bahwa Pemkot Samarinda belum melaporkan rencana ini kepada Gubernur Kaltim. “Kita belum lapor. Nanti kalau sudah terjadi kesepakatan, kita akan lapor ke Gubernur,” ucapnya.
Ia berharap, pemerintah provinsi dapat mendukung penuh kerja sama ini, mengingat persoalan banjir telah menjadi isu lintas wilayah yang memerlukan sinergi antar-daerah. “Mudah-mudahan Gubernur kit memberi dukungan terhadap program ini. Itu harapan kita,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki