Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Peringatan BMKG, Pasang Laut Hingga 3,1 Meter Ancam Kawasan Pesisir dan Tambak di Kaltim

Ari Arief • Jumat, 2 Januari 2026 | 11:44 WIB

ROB: Tambak yang berada di wilayah pesisir diingatkan adanya banjir rob akibat gelombang laut tinggi.
ROB: Tambak yang berada di wilayah pesisir diingatkan adanya banjir rob akibat gelombang laut tinggi.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena pasang air laut yang diprediksi mencapai ketinggian 2,8 hingga 3,1 meter di wilayah pesisir Kaltim.

Kondisi ini dinilai berisiko tinggi merusak area tambak dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Diyan Novrida, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, menjelaskan bahwa kenaikan permukaan laut ini dapat memicu banjir rob hingga kerusakan infrastruktur budidaya perikanan.

Baca Juga: Waspada Bencana Hidrometeorologi, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Kaltim hingga 10 Januari

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para petambak, untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan kerugian ekonomi akibat banjir rob," kata Diyan Novrida, Kamis (1/1).

Berdasarkan prakiraan BMKG, beberapa titik krusial di Kaltim yang akan terdampak meliputi perairan Balikpapan dan sekitarnya.

Pasang maksimum diprediksi mencapai 3,1 meter pada 6 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WITA.

Wilayah yang terpengaruh mencakup Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, serta Samboja dan Samboja Barat (Kukar).

Baca Juga: Cara Akses E-Kinerja BKN yang Benar, Sistem Penilaian Kinerja ASN

Muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi dan Muara Pantauan) kawasan pusat tambak udang dan kepiting ini diperkirakan mengalami pasang setinggi 2,8 meter pada 4–5 Januari 2026 pukul 19.00 - 20.00 Wita. Teluk Sangkulirang (Kutai Timur) pasang air laut diproyeksikan mencapai 3 meter pada 4 Januari 2026 pukul 19.00 Wita.

Muara Sungai Berau  puncak pasang setinggi 2,8 meter diperkirakan terjadi pada 6 Januari 2026 pukul 22.00 Wita.

Baca Juga: APBD Kaltim 2025 Tak Defisit, Wagub Seno Aji Sebut SiLPA Capai Rp 500 Miliar

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kenaikan air laut ini tidak hanya mengancam hilangnya komoditas budidaya seperti ikan dan udang yang tersapu arus, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional pelabuhan besar, termasuk Pelabuhan Tanjung Redeb.

Selain sektor ekonomi, Diyan juga mengingatkan potensi masuknya air laut ke permukiman penduduk di tepi pantai serta risiko bagi keselamatan anak-anak yang beraktivitas di area pesisir.

Penurunan permukaan air laut (surut terendah) diperkirakan berada pada angka 0,3 hingga 0,4 meter yang tersebar di berbagai waktu pada periode yang sama.

Baca Juga: Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tak Naik, Namun Ada Catatan Penting

Pihak BMKG berharap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat pesisir dapat melakukan langkah mitigasi dini untuk menghadapi ancaman pasang laut di awal Januari ini.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#pesisir #banjir rob #bmkg #kaltim #tambak