Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemprov Kaltim Targetkan Jalur Alternatif Bongan-Sotek-IKN Mulai Dibangun 2027

Ari Arief • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:35 WIB

Ilustrasi jalan utama di IKN.
Ilustrasi jalan utama di IKN.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tengah memfokuskan pembangunan jalur alternatif melalui rute Bongan, Kutai Barat-Sotek, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Proyek strategis ini diproyeksikan mulai memasuki tahap konstruksi fisik pada 2027, menyusul proses perencanaan matang yang dilakukan sepanjang 2026 ini.

Jalur ini dianggap sebagai solusi paling efisien untuk memotong jarak tempuh menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Dibandingkan dengan rute nasional yang ada saat ini, penggunaan jalur Bongan-Sotek diklaim mampu menghemat jarak hingga ratusan kilometer.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa perbaikan kualitas jalan di ruas tersebut akan signifikan memangkas waktu perjalanan menjadi hanya 1,5 hingga 2 jam.

Baca Juga: Satu Langkah Lagi Menuju 2028, Jalan Penghubung Sekolah, RS, dan Hunian ASN di IKN Siap Beroperasi

"Akses dari Kutai Barat ke IKN via Bongan-Sotek akan jauh lebih cepat. Kehadiran jalur ini membuat masyarakat tidak perlu lagi memutar melalui Samarinda atau Balikpapan, terutama jika bandara IKN sudah beroperasi," ujar Faisal, Kamis (8/1/2026).

Dikatakannya pula, bahwa prioritas pada ruas ini juga didasari oleh adanya persetujuan prinsip dari Otorita IKN (OIKN). Dalam pelaksanaannya, proyek ini akan menjadi kolaborasi lintas instansi Kementerian PUPR, Otorita IKN, Pemprov Kaltim.

Faisal menggarisbawahi bahwa pengerjaan fisik tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, pemerintah masih fokus pada penyelesaian studi kelayakan dan dokumen perencanaan lainnya. Targetnya, alat berat baru bisa diturunkan ke lapangan pada 2027.

Baca Juga: Kepala Otorita Basuki Hadimuljono: Sekolah di IKN Harus Siap Sebelum Warga Menetap

Selain rute Bongan-Sotek sepanjang 105 kilometer, Pemprov Kaltim juga tengah membidik dua jalur penghubung antarwilayah lainnya. Yaitu, Samarinda-Tenggarong memanfaatkan jalur eks-hauling PT Baiduri Buana Energi (BBE), dan Kukar-Kubar melalui area PT Acacia Andalan Utama.

Sementara itu, progres peningkatan jalan di wilayah Kutai Barat hingga Mahakam Ulu terus menunjukkan tren positif. Saat ini, pengerjaan telah mencapai 70% dengan dominasi perkerasan beton (rigid). Setelah jalur ini rampung, pemerintah akan mengalihkan fokus ke wilayah Mahulu bagian hulu.

Langkah masif dalam pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan realisasi dari visi Gubernur Kaltim untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Menurut Faisal, terbukanya jalan-jalan pintas ini tidak hanya soal kecepatan durasi perjalanan, tetapi juga menjadi stimulan bagi pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan penyangga IKN.(*)

Editor : Hernawati
#konstruksi #jalur alternatif #pembangunan jalur alternatif #jalan