KALTIMPOST.ID,KALTIM-PT Pertamina (Persero) terus memacu penyelesaian mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek strategis yang telah berjalan sejak 2019 ini menelan total investasi sekitar Rp 123 triliun, yang dialokasikan untuk memodernisasi infrastruktur pengolahan sekaligus memperluas daya tampung minyak mentah nasional.
Baca Juga: Link Live Streaming Arema FC vs Persik Kediri di BRI Super League 2025-2026 Sore Ini 11 Januari
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pengembangan ini dirancang sebagai ekosistem kilang yang terintegrasi secara menyeluruh. Hal ini mencakup alur distribusi dari titik penerimaan bahan baku hingga ke tahap produksi akhir.
"RDMP Balikpapan mengintegrasikan seluruh proses, mulai dari penyediaan material mentah, sistem pipa transfer, hingga hasil produksinya," terang Baron dalam pernyataan resminya, Sabtu (10/1).
Baca Juga: Pertamina Pastikan Aset Migas di Venezuela Tetap Aman, Meski Situasi Geopolitik Memanas
Dalam pelaksanaannya, Pertamina melakukan transformasi besar pada kilang eksisting dengan menambah 21 unit proses baru dan 13 unit utilitas pendukung.
Tak hanya itu, empat unit pengolahan utama turut direvitalisasi demi menjamin keandalan operasional serta fleksibilitas dalam mengolah berbagai jenis minyak mentah.
Langkah ini diambil guna menghasilkan produk BBM yang memiliki kualitas lebih tinggi dan ramah lingkungan.
Dari sisi logistik, Pertamina juga memperkuat kapasitas penyimpanan dengan membangun dua tangki raksasa yang masing-masing mampu menampung satu juta barel minyak mentah.
Fasilitas penerimaan pun diperluas melalui pemasangan jaringan pipa darat (onshore) dan bawah laut (offshore), serta pengoperasian Single Point Mooring (SPM) yang dapat melayani kapal tanker berukuran besar hingga bobot 320.000 DWT.
Pembangunan RDMP Balikpapan ini terbagi ke dalam tiga fase utama: pekerjaan awal, konstruksi fasilitas inti kilang, dan penguatan sistem logistik. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu menangani volume minyak yang lebih besar guna menjamin ketersediaan pasokan energi secara kontinu.
Baron menegaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu upaya terbesar Pertamina dalam meningkatkan kapasitas kilang domestik. "Ini adalah fondasi krusial bagi kedaulatan energi nasional. Dengan infrastruktur yang modern dan terpadu, Pertamina memastikan operasional kilang menjadi lebih efisien serta berkelanjutan," tegasnya.(*)
Editor : Hernawati