KALTIMPOST.ID,JAKARTA-PT Pertamina Exploration & Production mencatatkan pencapaian signifikan dalam aktivitas hulu migas melalui sumur pengembangan NKL-1183. Sejak memulai tajak pada 14 Desember 2025, sumur yang terletak di wilayah Kutai Lama ini berhasil mencatatkan hasil uji produksi sementara sebesar 502 Barel Per Hari (BPH) per tanggal 8 Januari 2026.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa operasional pengeboran ini difokuskan pada lapisan batu pasir B08 di kedalaman 650-670 mMD. Secara teknis, pengerjaan sumur dilakukan dengan metode pengeboran berarah (Directional S-Type) menggunakan Rig PDSI #22.2/OW700-M berkapasitas 700 HP.
"Proses pengeboran hingga kedalaman akhir 1.545 mMD diselesaikan dalam waktu 26 hari, dan rig telah dilepas (release) pada 9 Januari kemarin," kata Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto kepada media, Sabtu (11/1). Untuk diketahui, sumur migas di Kutai Lama ini terletek di Kutai Kartanegara atau kurang lebih 35 kilometer dari Kota Samarinda.
Baca Juga: Migas dan Nonmigas Sama-sama Turun: Ekspor Kaltim Anjlok ke USD1,68 Miliar
Dijelaskannya, aspek finansial, proyek ini menunjukkan efisiensi tinggi. Realisasi biaya pengeboran tercatat sebesar US$ 3.183.892, yang berarti hanya menyerap sekitar 76,59 persen dari total anggaran (AFE) yang telah disetujui oleh SKK Migas.
Menurut dia, keberhasilan ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk menjaga stabilitas produksi minyak nasional. Pasalnya, tambahan produksi dari sumur NKL-1183 akan dialokasikan untuk menutupi kehilangan produksi akibat perbaikan pipa gas yang tengah berlangsung di Blok Rokan, Sumatra.
"Langkah selanjutnya adalah memaksimalkan uji produksi dengan laju alir yang ideal guna menjaga kualitas reservoir. Kami mohon dukungan agar kontribusi produksi ini memperkuat ketahanan energi kita di tahun 2026," kata Djoko Siswanto.(*)
Editor : Thomas Priyandoko