KALTIMPOST.ID,KALTIM-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mempertegas komitmennya dalam menjaga kedaulatan pangan lokal dengan mencanangkan program pembukaan lahan pertanian besar-besaran.
Di tahun anggaran 2026, wilayah yang dikenal dengan sebutan Benua Etam ini mematok target pencetakan sawah baru seluas 20.000 hektare demi mengamankan pasokan beras domestik secara berdikari.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, kepada wartawan, baru-baru ini, menjelaskan bahwa strategi ekstensifikasi ini merupakan bentuk respons terhadap keberhasilan swasembada pangan nasional yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Realisasi Investasi Kaltim Triwulan III 2025 Capai 88,20 Persen dari Target Rp79,86 Miliar
Diungkapkannya, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pemprov Kaltim kini mengalihkan fokus anggaran sepenuhnya untuk pembukaan areal tanam baru. Tahun 2026 tidak lagi dialokasikan untuk optimalisasi lahan, melainkan difokuskan pada perluasan basis lahan pertanian.
Langkah ini diambil setelah Kaltim berhasil mengelola 13.900 hektare lahan rawa sepanjang tahun 2025.
Fahmi Himawan mengungkapkan, pada program ini juga bertujuan utama pada peningkatan hasil. Melalui program pengelolaan rawa sebelumnya telah sukses mendongkrak frekuensi panen petani, dari semula satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
Fahmi Himawan menambahkan bahwa selain mengejar target lahan baru, pihaknya juga tetap memperhatikan lahan-lahan yang sudah ada. Sawah yang mengalami penurunan produktivitas akan mendapatkan program rehabilitasi.
"Kunci dari keberlanjutan stabilitas pangan di Kaltim adalah perpaduan antara cetak sawah baru dan pembenahan infrastruktur pada lahan eksisting," tegas Fahmi saat ditemui di Samarinda itu.(*)
Editor : Thomas Priyandoko