KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Masuknya investasi asing ke Kalimantan Timur sepanjang triwulan III 2025 tidak hanya mendongkrak nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja di daerah.
Penyerapan tenaga kerja dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan dominasi tenaga kerja Indonesia. Total penyerapan tenaga kerja asing dari seluruh kabupaten/kota sebanyak 60 orang dan penyerapan tenaga kerja Indonesia dari seluruh kabupaten/kota sebanyak 3.567 orang.
“Sehingga total penyerapan tenaga kerja Indonesia dan asing selama periode triwulan III sebanyak 3.627 orang,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana.
Berdasarkan data realisasi PMA, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia tertinggi, yakni 1.381 orang, didukung oleh 113 proyek PMA yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kutai Timur berada di posisi kedua dengan penyerapan 685 tenaga kerja Indonesia, seiring masuknya investasi PMA senilai USD48,83 juta. Dari daerah ini juga tercatat terdapat 22 tenaga kerja asing.
Sementara itu, Berau menyerap 560 tenaga kerja Indonesia, menjadikannya daerah ketiga dengan serapan tenaga kerja PMA terbesar di Kaltim. Berau juga mencatat penggunaan 9 tenaga kerja asing dari total investasi yang masuk.
Di Balikpapan, meski jumlah proyek PMA paling banyak, yakni 445 proyek, serapan tenaga kerja Indonesia tercatat 390 orang, dengan 2 tenaga kerja asing. Adapun daerah lain seperti Kutai Barat menyerap 372 tenaga kerja Indonesia, Samarinda 95 orang, Paser 70 orang, hingga Penajam Paser Utara dan Mahakam Hulu dengan serapan di bawah 10 orang.
Secara keseluruhan, realisasi PMA triwulan III 2025 menegaskan peran investasi asing sebagai salah satu motor penciptaan lapangan kerja di Kaltim, meski distribusinya masih terkonsentrasi di sejumlah daerah utama. (*)
Editor : Sukri Sikki