Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Di Tengah Dinamika Ekonomi, APBN Kaltim Catat Pendapatan Rp 25,25 Triliun  

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 27 Januari 2026 | 13:04 WIB

 

 

Aktivitas logistik dan kepelabuhanan dinilai masih menjadi penopang ekonomi regional.   
Aktivitas logistik dan kepelabuhanan dinilai masih menjadi penopang ekonomi regional.  

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Timur sepanjang 2025 menunjukkan peran strategis fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan negara Bumi Etam tercatat mencapai Rp 25,25 triliun, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 63,40 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim Edih Mulyadi menegaskan bahwa kinerja APBN regional tetap solid di tengah berbagai dinamika ekonomi. "Ekonomi Kalimantan Timur tetap stabil dengan pertumbuhan yang berkelanjutan," sebutnya.

Kontributor utama pendapatan negara masih berasal dari sektor perpajakan. Hingga akhir 2025, penerimaan perpajakan tercatat senilai Rp22,29 triliun. Angka yang menunjukkan peran penting aktivitas ekonomi dan kepatuhan wajib pajak dalam menopang fiskal negara di daerah.

Dari total penerimaan perpajakan tersebut, Pajak Dalam Negeri menyumbang Rp 19,50 triliun. Beberapa jenis pajak bahkan mencatat realisasi maksimal, antara lain PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 29, serta PPN Impor.

Selain pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga memberikan kontribusi signifikan. Hingga 31 Desember 2025, realisasinya mencapai Rp 2,96 triliun.

Capaian tersebut ditopang oleh PNBP lainnya sebesar Rp 2,26 triliun yang didominasi oleh pendapatan jasa layanan kepelabuhanan. Aktivitas logistik dan kepelabuhanan dinilai masih menjadi penopang ekonomi regional.

Sementara itu, tujuh Badan Layanan Umum (BLU) berhasil merealisasikan pendapatan senilai Rp 698,57 miliar, yang utamanya ditopang oleh pendapatan dari jasa pelayanan pendidikan.

Edih menekankan, struktur pendapatan negara yang kuat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan fiskal dan mendukung stabilitas ekonomi Kaltim ke depan. (*)

Editor : Sukri Sikki
#apbn #PNPB #djpb #kalimantan timur #Edih Mulyadi