KALTIMPOST.ID, KALTIM–Kelancaran arus transportasi air dan denyut ekonomi masyarakat di sepanjang aliran sungai Kalimantan Timur mendapat angin segar.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengonfirmasi bahwa distribusi solar bersubsidi bagi armada kapal sungai di Samarinda telah mulai berjalan.
Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa dari total 23 unit kapal sungai yang ada, sebanyak 22 armada kini sudah bisa beroperasi secara reguler berkat dukungan akses BBM subsidi.
Hal ini menjadi kunci pulihnya mobilitas penduduk serta distribusi logistik di jalur Samarinda-Melak hingga Mahakam Ulu.
Menurut Wahyudi, percepatan pemenuhan berkas administrasi bagi kapal penumpang dan barang masih menjadi prioritas utama.
"Kami berkomitmen memberikan persetujuan dalam waktu satu hari setelah dokumen dinyatakan lengkap oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat," tegas Wahyudi Anas, seperti dikutip Rabu (11/2).
Baca Juga: Laut Bukan Milik Pribadi, Maraknya Klaim Lahan Pesisir PPU Jadi Sorotan Serius
Dijelaskannya, BBM subsidi ini dilakukan dengan pengawasan ketat. Fasilitas hanya diberikan kepada armada yang mengantongi izin operasional dan sertifikat keselamatan yang masih aktif.
Bagi kapal yang masa berlaku dokumennya telah usai, layanan akan dibuka kembali segera setelah proses pembaruan administrasi terkonfirmasi.
Sebelumnya, 13 kapal telah lebih dulu berlayar kembali, menyusul sembilan armada lainnya yang dokumennya tengah dalam proses finalisasi di tingkat kementerian terkait.
Dalam peninjauan langsung di lapangan, Wahyudi meminta Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim untuk segera melakukan unggah data agar kapal tidak lama bersandar.
“Kami ingin memastikan secara fisik agar transportasi masyarakat tidak terhambat. Sinergi dengan Dishub Kaltim diperlukan untuk mempercepat proses validasi dokumen yang dipersyaratkan,” tambah Wahyudi saat memantau pengisian 2.200 liter Solar untuk KM Barokah 08 di Bunker Samarinda.
Baca Juga: Laskar Pertahanan Adat Paser Gelar Musda II di PPU, Siap Pilih Nakhoda Baru Periode 2026-2031
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha penugasan menyatakan kesiapannya melayani pengisian BBM sesuai kuota dan daftar kapal yang telah disahkan BPH Migas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando, kepada wartawan, memberikan apresiasi atas respons cepat BPH Migas dalam memecahkan kebuntuan pasokan BBM ini.
Meski demikian, ia memberikan peringatan keras kepada para pemilik kapal. "Tanpa kelengkapan dokumen sesuai regulasi, akses terhadap Solar subsidi tidak akan diberikan. Kedisiplinan administrasi adalah kunci," pungkasnya.
Agenda peninjauan ini juga diikuti oleh jajaran Komite BPH Migas, Direktur BBM, manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, serta perwakilan Dishub Kota Samarinda untuk memastikan program subsidi ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(*)
Editor : Almasrifah