KALTIMPOST.ID,KALTIM-Media sosial tengah dihebohkan oleh keberadaan ikon baru di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebuah patung Pesut Mahakam mendadak viral bukan karena nilai proyeknya yang fantastis, melainkan karena kreativitasnya yang hanya bermodal Rp 350 ribu.
Ikon yang kini diberi nama Pesut Mahakam Lestari Muara Muntai tersebut berdiri kokoh di area terbuka dekat Masjid Besar Asy-Syakirin. Menariknya, patung ini dibangun tanpa menggunakan anggaran dana khusus desa ataupun proyek pemerintah.
Sosok di balik karya unik ini adalah Joko Saptono, seorang pekerja bangunan sekaligus seniman lokal. Terinspirasi dari habitat alami pesut yang kerap melintas di Sungai Mahakam, Joko memanfaatkan waktu istirahatnya untuk merangkai bahan-bahan sisa menjadi sebuah karya seni.
Baca Juga: Gaji PNS 2026 Bisa Beda Jauh, Padahal Sama-Sama ASN! Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Material yang digunakan seluruhnya merupakan sisa pembangunan pelantaran masjid, mulai dari potongan kawat, sisa semen, pasir, hingga cat deko. Bahkan, kerangka dalamnya menggunakan potongan styrofoam bekas.
Bermodal Uang Pribadi Kades
Kepala Desa Muara Muntai Ulu, Husain Ahmad kepada wartawan membenarkan bahwa satu-satunya komponen baru yang dibeli adalah mesin pompa air. "Pembuatan ikon pesut ini memanfaatkan bahan bekas sisa pembangunan masjid. Hanya pompa air yang kita beli seharga sekitar 350 ribu rupiah, itu pun menggunakan uang pribadi kami," ujar Husain, Rabu (11/2/2026).
Secara visual, patung tersebut menggambarkan pesut yang tengah muncul ke permukaan dengan mulut terbuka. Melalui pompa air yang dipasang, mulut pesut tersebut menyemburkan air terus-menerus, menciptakan efek air mancur yang hidup.
Jadi Magnet Wisata Lokal
Baca Juga: SCP Tetap Ramai di Tengah Renovasi, Siapkan Berbagai Event Jelang Imlek dan Ramadan
Viralnya patung ini di luar dugaan perangkat desa. Kini, lokasi tersebut menjadi titik swafoto baru bagi warga lokal maupun jamaah masjid. Husain menilai, kehadiran patung ini memberikan identitas baru bagi desa sekaligus membawa pesan pelestarian lingkungan.
"Kami ingin ini menjadi pengingat agar kita semua menjaga kelestarian alam supaya pesut tidak punah. Alhamdulillah, masyarakat sangat bangga dan mengapresiasi," tambahnya.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, pihak Pemerintah Desa Muara Muntai Ulu berencana untuk menyempurnakan desain monumen tersebut agar lebih representatif di masa depan. Pihak desa juga tengah menyiapkan langkah antisipasi jika kunjungan wisatawan terus meningkat dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Ikatan Remaja Masjid (Irma) setempat.
"Ini berdampak sangat baik bagi citra desa kami, Kabupaten Kukar, hingga Provinsi Kaltim, karena ikon ini sangat merepresentasikan alam Sungai Mahakam," kata Husain, menandaskan.(*)
Editor : Hernawati