KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Lahan bekas tambang di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, akan beralih fungsi menjadi markas militer.
Lahan dengan luas sekitar 110,81 hektare itu dihibahkan kepada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk dibangun Markas Grup IV Kopassus di Benua Etam.
Untuk diketahui, lahan itu sebelumnya digunakan sebagai kegiatan operasional pertambangan PT Indovisi Sukses Mandiri. Setelah direklamasi oleh perusahaan swasta barulah dihibahkan kepada institusi pertahanan negara.
Direktur PT Indovisi Sukses Mandiri, Yohan Purnama, mengklaim bahwa hibah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dari sektor swasta, khususnya dukungan untuk kepentingan negara.
"Kami bangga memberikan dukungan kepada negara melalui hibah lahan ini," ucap Yohan dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (14/2/2026).
Yohan menilai pembangunan markas di lahan itu disebutnya akan berdampak terhadap aktivitas ekonomi, infrastruktur di sekitar, dan membuka ruang bagi masyarakat setempat.
"Lahan tersebut telah berada dalam kondisi layak dan siap dimanfaatkan kembali. Hibah lahan ini menjadi bentuk partisipasi aktif kami," klaimnya.
Senada, Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi menyambut baik dukungan lahan yang datang dari sektor swasta tersebut. Lahan siap guna yang dihibahkan itu, lanjut dia, menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan operasional satuan.
"Kehadiran Markas Grup IV Kopassus ini semakin memperkuat sistem pertahanan, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta mempererat kemanunggalan TNI dan untuk rakyat,” singkatnya. (*)
Editor : Duito Susanto