Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lima Tahap Intensifikasi, BBPOM Samarinda Kawal Keamanan Pangan Ramadan hingga Laporan ke Presiden  

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 20 Februari 2026 | 12:36 WIB

Tren pelanggaran terhadap keamanan pangan menurun. Masyarakat sudah teredukasi mengenai zat berbahaya.
Tren pelanggaran terhadap keamanan pangan menurun. Masyarakat sudah teredukasi mengenai zat berbahaya.
 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Jika harga diawasi oleh Dinas Perdagangan, maka keamanan pangan menjadi tanggung jawab serius Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Ramadan tahun ini, pengawasan dilakukan secara khusus dan bertahap.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Samarinda, M Faizal, menjelaskan bahwa di Kaltim terdapat dua kantor BBPOM, yakni Samarinda dan Balikpapan. Keduanya menjalankan pengawasan rutin sekaligus intensifikasi khusus Hari Besar Keagamaan Nasional.

“Bulan Ramadan ini dibagi menjadi 5 tahapan, tim kami terbagi ke 5 tahapan menuju ke daerah pengawasan tergantung prioritas, dan akan dilaporkan setiap minggu ke pusat,” jelasnya.

Yakni mulai tahap pra pengawasan, perencanaan dan sosialisasi. Pihaknya memetakan risiko sarana perederan dan sosialisasi kepada importir, distributor, serta ritel mengenai pentingnya mematuhi standar keamanan pangan.

Lalu pengawasan saranan distribusi dan gudang importir. Fokus pemeriksaan pada gudang importir dan distributor besar untuk memastikan pangan impor atau lokal memiliki izin edar, tidak kedaluwarsa dan disimpan dengan benar.

Masuk tahap tiga, pengawasan ritel modern dan tradisonal. Menyisir produk tanpa izin edar (TIE), rusak hingga kedaluwarsa. Keempat, pengawasan parsel dan pangan olahan terkemas. Memastikan tidak ada produk TIE, kemasan rusak atau produk kedaluwarsa di dalam parsel.

Terakhir, evaluasi dan tindak lanjut, memastikan sarana peredaran aman hingga masa hari besar berakhir. Pengawasan tidak berhenti di tingkat daerah. Laporan mingguan dirangkum secara nasional. “Dirangkum dan termasuk ke presiden untuk keamanan pangan tahun 2026,” tambahnya.

Pengawasan menyasar produk pangan terdaftar maupun jajanan Ramadan. Pengujian langsung di lapangan dilakukan agar masyarakat dapat melihat prosesnya.

“Pengawasan jajan Ramadan, dilakukan pengujian on the spot juga ada. Jadi masyarakat bisa lihat dan interaksi langsung. Memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Faizal menyebut tren pelanggaran justru menurun. Edukasi bertahun-tahun mulai menunjukkan hasil. “Pengamatan kami, masyarakat semakin cerdas, semakin mengikuti dan melek anjuran pemerintah. Masyarakat paham makanan berbahaya mengandung formalin dan boraks misaknya,” katanya.

Namun dia mengingatkan potensi penyimpangan biasanya muncul di pertengahan Ramadan. “Biasanya di pertengahan Ramadan, para oknum bisa memanfaatkan situasi, mencampur produk bagus dan rusak,” ungkapnya.

Faizal mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip cek KLIK, yaitu kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. “Cek lewat aplikasi atau website, intinya cek KLIK itu yang diutamakan. Kalau beli produk terdaftar berarti negara menjamin,” tegasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#BBPOM Samarinda #M Faizal #ramadan #dinas perdagangan