KALTIMPOST.ID,KALTIM-Skema program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalimantan Timur mengalami penyesuaian khusus selama bulan suci Ramadan.
Guna memudahkan penerima manfaat, paket makanan yang biasanya disajikan dalam kondisi semi-basah kini diganti menjadi menu kering agar lebih praktis dibawa pulang.
Ketua DPD I Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Indonesia (APPMBGI) Kaltim, Adam Dustin Bhakti, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan bentuk transisi untuk menyesuaikan kondisi siswa yang sedang berpuasa. Targetnya, makanan tersebut harus memiliki daya tahan antara 8 hingga 12 jam.
Baca Juga: Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Program MBG, KIKA: Kebebasan Akademik Terancam!
"Karena bertepatan dengan Ramadan, ada perubahan jenis hidangan. Jika sebelumnya menggunakan wadah ompreng dengan lauk semi-basah, sekarang kami beralih ke menu kering yang lebih awet," ujar Adam.
Beberapa jenis asupan yang dibagikan meliputi kurma, susu, telur puyuh, sereal, hingga roti gandum.
Paket ini dirancang sedemikian rupa agar tetap layak konsumsi saat waktu berbuka tiba atau bahkan sebagai camilan bernutrisi di malam hari.
Baca Juga: Transisi Data PBI JKN Dimulai, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Tak Boleh Terhenti
Beberapa poin penting terkait penyesuaian ini, urai Adam, berupa kemasan baru. Penggunaan ompreng digantikan dengan totebag agar lebih mudah dibawa oleh siswa.
Jangkauan luas selain pelajar, distribusi menyasar kelompok rentan (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) melalui jaringan posyandu yang sudah berjalan sejak beberapa pekan lalu.
Penyesuaian lainnya, kata dia, adalah mengacu standar nasional dan kebijakan ini mengikuti instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan berlaku secara serentak.
Sedangkan untuk waktu distribusi jadwal pembagian tetap dilakukan seperti biasa, hanya isi menunya saja yang berubah.
Baca Juga: Gereja IKN Belum Basilika, Kemenag: Itu Baru Label Kontrak
Adam menambahkan bahwa meskipun fokus pada menu kering, jenis makanan yang diberikan tetap variatif dan tidak monoton, selama memenuhi kriteria tahan lama dan bergizi tinggi.(*)
Editor : Dwi Puspitarini