Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tersembunyi Sejak 1980-an, Puspa Langka Baru Rafflesia harjatii Resmi Ditemukan di Kaltim

Ari Arief • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:26 WIB

DITEMUKAN: Spesies baru rafflesia yang ditemukan di Kaltim ini namanya Rafflesia harjatii.
DITEMUKAN: Spesies baru rafflesia yang ditemukan di Kaltim ini namanya Rafflesia harjatii.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Sebuah pencapaian ilmiah baru saja dicatatkan oleh tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan ditemukannya Rafflesia harjatii di hutan pedalaman Kalimantan Timur.

Meski keberadaannya sudah terdeteksi sejak era 1980-an di area PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) dan sempat dilaporkan oleh peneliti KLHK, Tri Atmoko, pada 2019, status taksonominya baru terkonfirmasi secara resmi melalui jurnal Sains Malaysiana yang terbit pada Januari 2026.

Kepastian mengenai spesies ini didapat setelah tim gabungan dari Universitas Bengkulu dan BRIN melakukan riset mendalam pada 2022. Melalui kombinasi studi morfologi detail dan pengujian DNA, para ahli memastikan bahwa bunga ini adalah entitas genetik yang unik.

Baca Juga: Buah Naga Andalan Karang Joang: Panen Raya Kelompok Tani Sappo Jaya Mandiri

Beberapa ciri khas yang membedakan Rafflesia harjatii adalah habitatnya hidup di hutan dipterokarpa dataran rendah (325–329 mdpl).

Diameter bunga berkisar antara 17 hingga 22 cm. Tampilannya memiliki bercak putih yang lebih besar namun jarang pada mahkotanya, serta diafragma yang lebih tebal dengan lubang yang sempit.

Untuk struktur dalam memiliki ramenta berbentuk silindris menyerupai gada kecil dan tonjolan cakram yang berbeda dari spesies lain.

Status Konservasi dan Ancaman

Saat ini, Rafflesia harjatii dikategorikan sebagai tumbuhan endemik Kalimantan Timur.

Menurut peneliti Ridha Mahyuni, meski habitatnya berada di kawasan konservasi perusahaan yang relatif terjaga dari gangguan manusia, tanaman parasit yang bergantung pada inang Tetrastigma ini tetap menghadapi risiko alami, terutama dari faktor cuaca ekstrem seperti curah hujan yang sangat tinggi.

Baca Juga: Bontang Peringkat 4 Nasional Kota Menuju Bersih, Target Naik Level pada 2028

Penemuan ini disambut baik oleh Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) yang menekankan pentingnya perlindungan habitat spesifik bagi bunga langka ini.

Ke depan, BRIN berencana melakukan pemetaan populasi yang lebih luas, sembari mempersiapkan pengumuman mengenai beberapa kandidat spesies baru Rafflesia lainnya yang masih dalam tahap finalisasi data.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#spesies #rafflesia #BRIN #ppu #sepaku #kaltim