KALTIMPOST.ID, KALTIM-Peta politik, meski masih cukup lama, terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kaltim, saat ini mulai memanas.
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim secara terang-terangan menyatakan tidak akan lagi memberikan dukungan kepada pasangan petahana, Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Keduanya, adalah gubernur dan wakil gubernur Kaltim sekarang ini.
PKB memilih untuk berdiri di barisan sendiri dengan mempersiapkan kader internal untuk maju dalam kontestasi mendatang. Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menegaskan bahwa keputusan ini murni diambil demi efektivitas komunikasi politik dan pengawalan kebijakan.
"Kami ingin mengusung kader sendiri. Selama ini, ruang diskusi dan pemberian masukan (kepada pemerintah saat ini) nyaris tidak ada. Jika kader sendiri yang maju, kami memiliki ruang luas untuk mengintervensi agar kebijakan yang diambil benar-benar pro-rakyat," ujar pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi XII DPR RI tersebut dalam konferensi pers, dikutip Selasa (3/3).
Syafruddin menekankan bahwa saat ini posisi PKB berada di jalur netral. Meski tidak menyatakan diri sebagai oposisi murni, PKB berkomitmen untuk tetap kritis.
Ia memastikan partai akan mendukung setiap program pemerintah yang bermanfaat bagi publik, namun akan menjadi pihak pertama yang melayangkan kritik jika kebijakan yang diambil tidak berpihak pada masyarakat.
Pernyataan tegas ini sengaja disampaikan jauh-jauh hari sebagai bentuk komitmen PKB untuk mencari figur baru. "Intinya, PKB tidak akan mendukung Rudy-Seno lagi karena kami punya kader sendiri," imbuhnya.
Disinggung mengenai isu yang belakangan menyedot perhatian publik terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar, Syafruddin menyerahkan sepenuhnya pada prosedur yang berlaku.
Ia menilai iktikad baik untuk menjelaskan kepada rakyat jauh lebih penting. Sementara terkait isu dinasti politik yang sempat mencuat, ia menyerahkan hal tersebut kepada kajian akademisi.
"Dalam sistem demokrasi tidak ada istilah dinasti. Biarlah akademisi yang mengkaji dan menjabarkannya lebih dalam," tegasnya.(*)
Editor : Almasrifah