KALTIMPOST.ID,BALIKPAPAN-Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, melakukan inspeksi mendadak ke PT Kilang Pertamina Balikpapan guna memantau langsung operasional salah satu objek vital nasional tersebut.
Kunjungan ini difokuskan pada pengawasan proyek strategis nasional, Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang memegang peranan sentral dalam kedaulatan energi Indonesia.
Djamari menegaskan bahwa di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah yang mengancam stabilitas harga minyak dunia, penguatan benteng energi dalam negeri menjadi harga mati bagi pemerintah.
Baca Juga: TNI Ringkus Tujuh Anggota OPM Setelah Terlibat Baku Tembak di Kawasan Tembagapura
"Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan sejauh mana kesiapan operasional RDMP Balikpapan sebagai urat nadi ketahanan energi kita," jelas Djamari saat meninjau area kilang, Selasa (3/3/2026).
Pengamanan Ketat Objek Vital Nasional
Menjelang momentum Idulfitri 1447 H, di mana konsumsi bahan bakar diprediksi melonjak tajam, Menko Polkam menginstruksikan jajaran TNI dan Polri untuk memperketat penjagaan.
Fokus pengamanan meliputi jalur distribusi laut dengan cara memastikan perairan sekitar kilang steril dari gangguan agar pengiriman minyak lancar.
Jaringan pipa dengan cara memberikan perlindungan ekstra pada infrastruktur pipa bawah laut dan darat.
Tidak hanya itu, stabilitas wilayah, Djamari juga berkoordinasi dengan Kodam VI/Mulawarman serta tokoh masyarakat Kaltim untuk menjaga kondusivitas daerah.
Baca Juga: Polres Paser Musnahkan 758,93 Gram Sabu, Hasil Operasi Awal Tahun 2026
Progres Proyek dan Kemandirian Bahan Baku
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, melaporkan bahwa pembangunan RDMP kini telah menembus angka 97 persen.
Dengan kapasitas olah mencapai 360 ribu barel per hari, kilang ini menjadi penopang utama kebutuhan energi nasional.
Menariknya, Bambang mengungkapkan bahwa pasokan bahan baku Kilang Balikpapan relatif imun terhadap konflik di Selat Hormuz.
"Sumber minyak mentah (crude) kami mayoritas berasal dari domestik dan Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah. Jadi, gangguan distribusi di sana tidak berdampak langsung pada operasional kami," ungkapnya.
Urgensi Cadangan Energi Permanen
Baca Juga: Simbol Inspirasi Prajurit, Monumen Jenderal Besar Soeharto Berdiri Megah di Sukoharjo
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyambut baik perhatian pusat terhadap keamanan kilang.
Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai pentingnya Indonesia memiliki cadangan energi nasional yang bersifat permanen, bukan sekadar cadangan operasional yang saat ini hanya bertahan sekitar 20 hari.
"Sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan agar kita tidak hanya memiliki stok harian, tetapi benar-benar mempunyai cadangan energi yang kuat dan berkelanjutan demi masa depan," tutur Rudy.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan pertemuan silaturahmi bersama Forkopimda dan tokoh lintas agama di Kaltim guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran mendatang.(*)
Editor : Dwi Puspitarini