Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Kutai Timur, Disambar saat Berada di Tepian Sungai

Ari Arief • Rabu, 1 April 2026 | 13:19 WIB
Jenazah bocah Muhammad Isam saat dibawa ke rumah duka. Sebelumnya sempat mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong. (ist/kp)
Jenazah bocah Muhammad Isam saat dibawa ke rumah duka. Sebelumnya sempat mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong. (ist/kp)

 KALTIMPOST.ID,BENGALON-Ancaman predator air di wilayah Kutai Timur (Kutim) kembali memakan korban jiwa.

Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, Muhammad Isam, mengembuskan napas terakhir setelah diterkam buaya saat sedang mandi di sungai bersama rekan-rekannya di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Senin (30/3) siang.

Data dihimpun media ini, Rabu (1/4), menyebutkan, bahwa insiden memilukan ini terjadi sekira pukul 14.00 Wita di kawasan Sungai Jembatan 6 Kudung.

 Wilayah ini sebenarnya telah lama dipetakan sebagai zona merah atau habitat rawan serangan reptil purba tersebut.

Baca Juga: Labkesda Bontang Tetap Beroperasi Selama Pembangunan Gedung Baru


Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, kepada wartawan, membeberkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.

 Saat korban berada di tepian sungai yang dangkal, predator tersebut tiba-tiba muncul dan menyambar pundak korban.

Jeritan minta tolong Isam sempat memicu aksi heroik dari salah satu saksi di lokasi yang mencoba menarik tubuh korban dari sergapan buaya. Namun, kekuatan tarikan satwa dari dalam air membuat upaya penyelamatan tersebut gagal.


"Korban sempat diseret menjauh ke arah rerimbunan bambu di pinggir sungai," kata AKP Asriadi saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Terdorong Harga CPO, TBS Sawit Kaltim Menguat di Penghujung Maret
Dia menyebutkan, warga sekitar yang mendapat laporan segera melakukan penyisiran secara masif.

Upaya evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Tubuh korban baru berhasil terlepas dari rahang buaya setelah seorang warga nekat melepaskan lemparan tombak ke arah predator tersebut.


Setelah pencarian selama kurang lebih 3,5 jam, jasad Isam akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.30 Wita, tak jauh dari lokasi awal terkaman.

Meski sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dikebumikan di pemakaman Muslim Gunung Kudung.


Tragedi ini menjadi alarm keras bagi warga setempat. AKP Asriadi menegaskan bahwa otoritas keamanan sebenarnya telah memasang papan imbauan larangan beraktivitas di area tersebut mengingat riwayat konflik antara manusia dan buaya yang kerap terjadi.

Baca Juga: Penyebab Maskapai Wings Air Hentikan Rute Penerbangan Berau-Maratua: Okupansi Minim, Pernah Hanya 9 Orang  
"Kami kembali meminta dengan sangat agar masyarakat mematuhi larangan mandi atau beraktivitas di sungai, terutama di titik-titik rawan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya, jangan sampai terulang kembali," tegasnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#kutai timur #bocah diterkam buaya #sangatta #kutim