BALIKPAPAN – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Balikpapan mendapat perhatian dari DPR RI. Anggota DPR RI Dapil Kaltim Syafruddin turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU, Senin (27/4).
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SPBU di Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai. Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM di lapangan.
“Kami ingin memastikan langsung bahwa stok BBM aman dan distribusinya berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Syafruddin di sela kunjungan.
Baca Juga: Kelangkaan BBM di Kutim Berulang, DPRD Minta SOP Terintegrasi Segera Disusun
Kunjungan ini juga menjadi respons atas penyesuaian harga BBM nonsubsidi, khususnya Dexlite, yang berlaku sejak 18 April 2026. DPR ingin memastikan kebijakan tersebut tidak berdampak pada distribusi maupun pelayanan di SPBU.
Dalam peninjauan tersebut, Syafruddin mengecek berbagai aspek layanan, mulai dari antrean kendaraan, sistem pembelian BBM subsidi berbasis barcode, hingga metode pembayaran tunai dan nontunai.
Dari hasil pantauan sekitar pukul 11.00 Wita, tidak terlihat adanya antrean panjang di SPBU. Aktivitas pengisian BBM berjalan normal seperti biasa.
Meski demikian, ia mencatat masih terdapat potensi antrean pada jalur pembayaran tunai saat kondisi ramai. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian pengelola untuk meningkatkan pelayanan.
Baca Juga: Kenaikan BBM Picu Efisiensi dan PHK, Kadin Samarinda: Ribuan Tenaga Kerja Terdampak
Syafruddin menegaskan, kondisi BBM di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, dalam keadaan aman. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan terpengaruh isu-isu liar yang beredar. Kami sudah cek langsung, kondisi di lapangan aman,” tegasnya.
Sementara itu, pihak PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM di Balikpapan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyampaikan, rata-rata penyaluran BBM di Balikpapan berjalan normal, dengan volume distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat.
“Stok juga kami jaga dalam kondisi aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, distribusi BBM terus dipantau secara real time untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, terutama pasca penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Editor : Muhammad Ridhuan