Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tak Hanya Guru BK, Organisasi Siswa Disebut jadi Solusi Isu Sosial

Oktavia Megaria • Senin, 4 Mei 2026 | 12:50 WIB
SOLUSI: Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian soal pemecahan masalah sosial di sekolah. (ANGGI PRADITHA/KP)
SOLUSI: Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian soal pemecahan masalah sosial di sekolah. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

BALIKPAPAN – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Termasuk peran pelajar lewat organisasi siswa, seperti OSIS hingga MPK (Majelis Perwakilan Kelas).

Hetifah menyoroti kehadiran organisasi sekolah, yang mestinya bisa membantu penyelesaian masalah, khususnya untuk isu sosial. Sebab, di masa ini cukup banyak isu-isu sosial di sekolah seperti masalah kesehatan mental, kekerasan, dan isu-isu lain yang tidak bisa dipecahkan hanya oleh satu pilar di sekolah atau di rumah saja.

Makanya, dia berkata perlunya komunikasi di antara keduanya. “Alhamdulillah ya karena forum ini juga dihadiri oleh pembuat kebijakan, mudah-mudahan suara mereka akan menjadi bahan atau data informasi yang valid karena langsung dari perspektif para siswa,” jelasnya, usai mengisi kegiatan Workshop Pendidikan di Hotel Novotel Balikpapan, Minggu (3/5).

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Balikpapan Siapkan Kawasan Kariangau Jadi Pusat Hilirisasi  

Dia berharap organisasi-organisasi siswa di sekolah itu akan terus dilibatkan dalam implementasi pendidikan. Apalagi semakin banyak tantangan-tantangan baru, misalnya disrupsi teknologi.

Sejatinya, kata dia, anak-anak ini punya banyak harapan. Baik cara mengajar gurunya, hingga perangkat  atau sarana yang saat ini dibutuhkan di sekolah dengan adanya perubahan cara belajar.

“Mungkin anak-anak juga sekarang ingin lebih sehat, lebih bugar, tapi di sekolah mungkin belum tentu ada tempat berolahraga. Boleh jadi mereka juga punya banyak masukan terkait ini,” tambahnya.

Baca Juga: Polres Paser Sita 7.900 Butir Obat Keras di Tanah Grogot, Pemuda 21 Tahun Ditangkap

Nantinya, Hetifah menyebutkan pihaknya bakal berdiskusi dengan komite sekolah. Perihal, bagaimana agar kolaborasi antar sekolah dengan orangtua bisa berjalan dengan baik.

Makanya, ia ingin agar sekolah tidak hanya mengandalkan peran guru BK, tetapi juga mengoptimalkan keberadaan organisasi di sekolah untuk menjadi peer-to-peer support (dukungan sebaya). Sehingga bila ada satu anak yang menghadapi masalah, akan ada solidaritas sosial yang terjadi, dan meningkatkan kepekaan siswa.

“Jadi jangan sampai nanti ada satu kasus terjadi sampai parah, baru kemudian seluruh sekolah dan seluruh kota heboh. Padahal itu bisa dicegah jika tadi ada. Mekanisme yang bisa dipakai untuk mendorong adanya kebersamaan dan solidaritas sosial, yaitu melalui organisasi-organisasi intra sekolah,” tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#sosial #hetifah sjaifudian #pendidikan #balikpapan