KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Senada dengan program bedah rumah yang digencarkan pemerintah pusat. Tahun ini, Pemprov Kaltim memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) dengan kuota bantuan 1.000 unit rumah.
Calon penerima bantuan tersebar di kabupaten/kota di Kaltim. Dana ini disalurkan melalui Program Jospol. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan kuota 500 unit.
Baca Juga: Badak LNG Borong 5 Penghargaan WISCA 2026, Pertahankan 135 Juta Jam Kerja Aman
Setelah bertemu dengan Menteri PKP Maruar Sirait, Pemprov Kaltim menambah 500 unit lagi. “Total tahun ini kami akan merehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni sebanyak 1.000 unit,” katanya.
Rudy menjelaskan, program ini tidak hanya sekadar memberikan martabat hidup yang layak. Namun demi menghadirkan kehidupan yang lebih berkualitas dan bahagia bagi masyarakat Kaltim.
“Kami hadir tidak hanya di tengah-tengah masyarakat, tetapi sampai ke pintu-pintu rumah rakyat kita,” tuturnya. Program Jospol bertujuan untuk membangun infrastruktur dasar masyarakat.
Baca Juga: Modus Pinjam Uang, Motor Pelajar di Tering Dibawa Kabur, Polisi Buru Pelaku
Selain itu, Pemprov Kaltim ingin memastikan masyarakat hidup lebih baik layak, sehat, dan bermartabat. “Bantuan yang diberikan perbaikan rumah sebesar Rp 25 juta per unit,” sebutnya.
Nominal ini hampir sama dengan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) sebesar Rp 20 juta per unit. “Kami sedikit lebih besar karena menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Rudy juga mengapresiasi dan terima kasih atas perhatian dan dukungan Presiden Prabowo melalui Kementerian PKP. Total rehabilitasi RTLH mencapai 3.000 unit tahun ini dari target awal 2.205 unit.
"Tahun lalu, kami hanya mendapat kuota 655 unit. Sekarang meningkat drastis menjadi 3.000 unit dari 2.205 unit,” ungkapnya. Ini perhatian besar untuk masyarakat Kaltim. (*)
Editor : Duito Susanto