Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jejak Jenaka dan Dentsmart Edukasi Kesehatan Gigi Anak lewat Konsep Belajar Sambil Bermain

Romdani. • Senin, 11 Mei 2026 | 17:36 WIB
Komunitas Jejak Jenaka mengajak anak-anak untuk belajar kesehatan gigi di Praktik Dokter Gigi Spesialis Dentsmart, Minggu (10/5).
Komunitas Jejak Jenaka mengajak anak-anak untuk belajar kesehatan gigi di Praktik Dokter Gigi Spesialis Dentsmart, Minggu (10/5).

KALTIMPOST.ID-Puluhan anak tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan gigi yang digelar Komunitas Jejak Jenaka bersama Praktik Dokter Gigi Spesialis Dentsmart, Minggu (10/5).

Kegiatan tersebut dikemas melalui konsep belajar sambil bermain agar anak-anak lebih nyaman mengenal dunia kedokteran gigi sejak dini.

Sebanyak 70 anak usia 3 hingga 11 tahun mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukatif.

Mulai pengenalan fungsi gigi, cara menyikat gigi yang benar, permainan interaktif, hingga kunjungan langsung ke ruang praktik dokter gigi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran anak dan orangtua terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Polda Kaltim Ungkap 22 Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Dugaan Solar untuk Industri Masih Didalami Polisi

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Dentsmart, drg Uci Ernawati Sp.KG mengatakan, kegiatan bersama Jejak Jenaka sejalan dengan konsep pelayanan Dentsmart yang dirancang ramah anak.

Menurutnya, suasana nyaman menjadi salah satu faktor penting agar anak tidak merasa takut saat datang ke dokter gigi.

“Praktik dokter gigi ini memang didesain ramah anak. Ada buku bacaan, mainan, hingga dekorasi bergambar supaya anak-anak merasa nyaman,” ujarnya.

Ia mengaku menyukai dunia anak-anak sehingga menyambut baik ajakan kolaborasi edukasi bersama Jejak Jenaka.

Melalui kegiatan tersebut, Dentsmart juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa layanan dokter gigi spesialis di Berau dapat diakses dengan suasana yang lebih nyaman bagi anak-anak.

“Harapan kami masyarakat melihat bahwa praktik dokter gigi tidak harus menakutkan bagi anak. Justru anak-anak bisa merasa nyaman dan senang saat datang ke dokter gigi,” katanya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Hiswana Migas Sebut Antrean Solar di Balikpapan Dipicu Kuota Subsidi Minim, Minta Pemerintah Pusat Tidak Hanya Fokus ke Jawa

Dalam kegiatan itu, anak-anak terlebih dahulu dikenalkan dengan peran dokter gigi dan fungsi dasar gigi.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mengurangi rasa takut sebelum anak menjalani pemeriksaan atau tindakan medis.

Menurut Uci, membangun kenyamanan psikologis anak menjadi tahapan penting dalam pelayanan kesehatan gigi anak.

“Yang paling penting anak-anak tidak takut dulu. Kalau rasa takutnya hilang, dokter akan lebih mudah memberikan pemahaman,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pada kunjungan pertama pasien anak, pihaknya lebih mengutamakan proses pengenalan dibanding tindakan medis.

Anak-anak dikenalkan terlebih dahulu dengan lingkungan ruang praktik, alat kedokteran gigi, hingga fungsi pemeriksaan yang dilakukan dokter.

“Kami selalu menekankan bahwa kunjungan pertama itu adalah proses perkenalan. Anak-anak dikenalkan dulu bagaimana peran dokter gigi dan bagaimana cara merawat gigi,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai jenis-jenis gigi, penyebab gigi berlubang, hingga kebiasaan menjaga kesehatan gigi sehari-hari.

Anak-anak diajarkan pentingnya menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

Menurut Uci, edukasi seperti ini penting karena masalah gigi pada anak masih cukup sering ditemukan akibat pola konsumsi yang kurang sehat dan rendahnya kesadaran menjaga kebersihan gigi.

“Kadang anak-anak bertanya kenapa giginya berlubang. Jadi kami jelaskan penyebabnya bisa karena terlalu banyak makan makanan manis atau cara menyikat gigi yang belum benar,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi susu. Sebab, gigi susu memiliki fungsi penting sebagai penuntun pertumbuhan gigi permanen.

“Gigi susu itu sangat penting karena menjadi penuntun tumbuhnya gigi dewasa. Kalau rusak sejak dini, pertumbuhan gigi permanen juga bisa terganggu,” katanya.

Setelah anak mulai nyaman, dokter kemudian mengenalkan alat-alat kedokteran gigi dan menjelaskan fungsi masing-masing alat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari standar pelayanan Dentsmart dalam menangani pasien anak.

Untuk mendukung kenyamanan, Dentsmart juga menyediakan area bermain dan media baca di ruang tunggu agar anak tidak merasa tegang sebelum masuk ruang pemeriksaan.

Sementara itu, Founder Jejak Jenaka, Pungky Sampurno mengatakan, kolaborasi bersama Dentsmart sebenarnya telah lama direncanakan.

Baca Juga: Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum Petinggi di Kubar Viral, DPMK Tunggu Klarifikasi dan Siapkan Sanksi Berat jika Terbukti

Ia mengapresiasi dukungan penuh dari pihak Dentsmart yang membantu menyiapkan fasilitas pendukung selama kegiatan berlangsung.

“Kami memang sudah lama ingin berkolaborasi dengan Dentsmart dan ternyata mereka sangat mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Pungky, edukasi kesehatan gigi perlu terus diperkuat karena anak-anak saat ini cukup rentan mengalami gangguan gigi akibat tingginya konsumsi makanan dan minuman manis.

Ia menilai konsep belajar sambil bermain menjadi metode efektif agar anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi.

“Melalui permainan dan edukasi yang menyenangkan, kami berharap anak-anak jadi lebih berani memeriksakan kesehatan giginya,” katanya.

Selain sesi edukasi, anak-anak juga diajak membuat gantungan kunci berbentuk gigi sebagai bagian dari aktivitas kreatif untuk melatih motorik dan sensorik anak.

Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan langsung ke ruang praktik dokter gigi untuk mengenal alat-alat pemeriksaan dan simulasi sederhana perawatan gigi.

Melalui kegiatan tersebut, Jejak Jenaka dan Dentsmart berharap kesadaran menjaga kesehatan gigi dapat tumbuh sejak dini, sekaligus menghilangkan stigma takut ke dokter gigi di kalangan anak-anak di Berau. (rd)

Editor : Romdani.
#Bupati Berau Sri Juniarsih #pemkab berau #ibu kota nusantara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #Kutai Barat