KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mematangkan persiapan proses pemulangan jamaah haji Embarkasi Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung mulai 7 hingga 30 Juni 2026.
Sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air secara bertahap, di mana kloter pertama yang mengangkut jamaah asal Samarinda dipastikan tiba pada Minggu, 7 Juni 2026 mendatang.
Tepatnya melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Armada Garuda Indonesia dengan kode GA 4401 akan mendarat pukul 23.10 Wita.
Sementara kedatangan kloter terakhir dijadwalkan pada 30 Juni 2026. Kepala Kantor Kemenhaj Balikpapan Suharto Baijuri mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan menyambut kepulangan jamaah.
Misalnya berkoordinasi dengan seluruh stakeholder. Mulai dari Angkasa Pura, maskapai Garuda Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan, dan sebagainya.
Semua saling berkomunikasi untuk menjamin keamanan jamaah. “Kami juga melibatkan Polda dan TNI untuk semakin bisa menciptakan kenyamanan bagi jamaah saat tiba di tanah air,” ucapnya.
Dia menilai hingga kini, jamaah haji merasa nyaman dan terlayani dengan baik. Belum ada terdapat kasus atau keluhan yang dialami jemaah.
“Alhamdulillah karena memang ada perubahan dan perbaikan dalam hal pelayanan,” sebutnya. Sehingga mereka merasa puas. Saat ini pihaknya juga bersiap agar proses pemulangan berjalan lancar.
Meski begitu, ada jamaah haji Balikpapan yang harus gugur dalam proses menjalani ibadah di Tanah Suci. Kemenhaj mencatat 8 orang meninggal dunia. Rata-rata telah berusia lanjut di atas 65 tahun.
“Faktor kesehatan ada yang mengalami hipertensi dan serangan jantung. Semoga amal ibadah mereka diterima,” harapnya. Sebelumnya 17 calon jamaah Balikpapan juga tidak bisa berangkat tahun ini.
Alasannya hamil, penderita kanker, dan penderita ginjal yang harus cuci darah. “Kita tunda sampai tahun depan, mereka harus berobat. Kalau tahun depan masih tidak bisa nanti peluang dialihkan ke ahli waris,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto