KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas belanja perlengkapan sekolah di sejumlah pusat penjualan seragam di Balikpapan belum menunjukkan geliat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini dirasakan langsung para pedagang yang mengaku daya beli masyarakat masih melemah akibat tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Salah satu yang merasakan kondisi tersebut adalah Farhan, penjual di Toko Danau Indah yang telah eksis sejak 1992 di Balikpapan Barat itu.
Menurutnya, suasana menjelang tahun ajaran baru tahun ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika orang tua mulai berburu seragam sekolah sejak satu hingga dua bulan sebelum masuk sekolah.
Baca Juga: Tak Ingin Bergantung Gratispol, Oran Tua Siswa Tetap Siapkan Dana untuk Seragam
"Memang jauh berbeda, tidak seperti dulu lagi. Biasanya sebulan atau dua bulan sebelum masuk sekolah sudah ramai orang belanja seragam. Sekarang belum terasa," kata Farhan saat ditemui di tokonya.
Menurut dia, hingga pertengahan Juni ini belum terlihat lonjakan pembeli yang biasanya menjadi penanda dimulainya musim belanja perlengkapan sekolah. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, toko sudah mulai dipadati orang tua dan siswa yang mencari seragam, tas, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
"Tahun lalu sudah terasa penurunannya. Kalau sekarang belum tahu lagi, tapi kayaknya lebih parah lagi," ujarnya. Farhan menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan perlambatan penjualan.
Masyarakat kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, termasuk untuk kebutuhan pendidikan anak. "Kayaknya memang faktor ekonomi. Bukan cuma di sini, di mana-mana juga sama. Ekonomi agak turun, jadi orang juga lebih hemat," tuturnya.
Baca Juga: Sekolah di Kaltim Dilarang Paksa Siswa Beli Seragam, Ini Aturan Terbarunya
Meski demikian, ia masih berharap terjadi peningkatan penjualan menjelang hari-hari terakhir sebelum sekolah dimulai. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, puncak pembelian biasanya terjadi sekitar dua pekan menjelang masuk sekolah.
"Biasanya paling ramai setengah bulan sebelum masuk sekolah. Sekarang belum ada tanda-tandanya, tapi mudah-mudahan nanti mendekati masuk sekolah mulai ramai," ujar Farhan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo