KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Memasuki tahun ajaran baru, minat masyarakat Balikpapan untuk menyekolahkan anak di madrasah terus menunjukkan tren positif.
Namun di tengah tingginya antusiasme tersebut, keterbatasan jumlah madrasah negeri masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi dunia pendidikan Islam di Kota Minyak.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Balikpapan Shinta Ningsih mengungkapkan bahwa jumlah madrasah negeri di Balikpapan masih sangat terbatas dan belum mampu mewakili seluruh wilayah kota.
Menurutnya, saat ini madrasah negeri dari jenjang MI, MTs hingga MA jumlahnya masih sangat sedikit dibanding kebutuhan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun ajaran baru. Total baru 4 sekolah negeri dibawah binaan Kemenag Balikpapan.
Baca Juga: Harga Seragam Sekolah Naik, Pedagang Balikpapan Keluhkan Dampak Program Seragam Gratis
"Kalau dibilang cukup tentu masih sangat kurang. Kita hanya memiliki beberapa madrasah negeri dan itu belum mewakili seluruh wilayah Balikpapan. Bahkan untuk wilayah Balikpapan Barat misalnya, MI negeri hanya satu dan MTs negeri juga hanya satu," ucap Sinta.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut bukan semata karena kurangnya perhatian pemerintah, melainkan adanya keterbatasan regulasi. Hingga kini belum terdapat nomenklatur khusus untuk mendirikan madrasah negeri baru secara langsung.
Karena itu, salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah melalui proses penegerian madrasah swasta atau pengembangan madrasah filial menjadi madrasah negeri mandiri.
Saat ini Kementerian Agama Balikpapan tengah mengupayakan pengembangan MAN filial yang berada di kawasan Kilometer 8 menjadi MAN 2 Balikpapan.
Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Pedagang Seragam Sekolah Keluhkan Penurunan Penjualan
"Kalau pendirian madrasah negeri baru secara murni memang belum ada nomenklaturnya. Yang memungkinkan adalah penegerian atau pengembangan filial menjadi negeri. Saat ini ada proses pengembangan MAN filial di Kilometer 8," katanya.
Sinta menilai keberadaan madrasah negeri tambahan sangat penting mengingat sebaran penduduk Balikpapan yang terus berkembang, terutama di kawasan pinggiran kota.
Selain memberikan akses pendidikan yang lebih luas, penambahan madrasah negeri juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan Islam berkualitas bagi masyarakat.
Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis keagamaan, Kementerian Agama berharap dukungan berbagai pihak agar pengembangan madrasah negeri dapat terus dilakukan secara bertahap.
"Minat masyarakat sebenarnya tinggi. Karena itu kebutuhan terhadap madrasah negeri juga semakin besar. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Islam yang berkualitas," ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo