KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Berbagai program bantuan pendidikan dari Pemerintah Balikpapan dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama melalui pemberian seragam sekolah gratis dan subsidi biaya pendidikan.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Balikpapan Sinta Ningsih, ia mengatakan madrasah turut merasakan manfaat dari program bantuan pendidikan yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.
Menurutnya, siswa baru madrasah memperoleh bantuan seragam sekolah tanpa dipungut biaya. "Alhamdulillah sejak awal program pemerintah kota berjalan, madrasah juga mendapatkan bantuan. Seragam diberikan gratis kepada siswa baru," kata Shinta.
Seragam yang diberikan meliputi seragam putih, pramuka, hingga batik yang menjadi bagian dari kebutuhan dasar siswa selama bersekolah. Program tersebut dinilai sangat membantu orang tua di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Baca Juga: Madrasah Swasta Balikpapan Didorong Tingkatkan Mutu di Tengah Persaingan Sekolah Negeri Gratis
Selain seragam gratis, madrasah juga menerima dukungan berupa subsidi biaya pendidikan yang membantu operasional sekolah sekaligus mengurangi beban biaya yang harus ditanggung wali murid.
"Madrasah juga mendapatkan subsidi SPP. Memang namanya subsidi tidak menanggung seluruh biaya, tetapi sangat membantu meringankan orang tua," jelas Sinta.
Meski demikian, ia menjelaskan masih terdapat beberapa kebutuhan tambahan yang menjadi ciri khas masing-masing sekolah, seperti seragam khusus kegiatan atau identitas lembaga. Namun kebutuhan tersebut berbeda dengan program seragam dasar yang telah ditanggung pemerintah.
"Setiap sekolah biasanya memiliki ciri khas sendiri, misalnya batik sekolah atau seragam kegiatan tertentu. Tetapi yang menjadi program pemerintah memang diberikan secara gratis kepada siswa," katanya.
Baca Juga: Minat Sekolah Madrasah Negeri di Balikpapan Tinggi, Kemenag Hadapi Keterbatasan Fasilitas
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang terkendala mengakses pendidikan hanya karena persoalan biaya.
Sinta berharap program-program pendidikan yang telah berjalan selama ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
"Yang terpenting adalah memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan belajar yang sama dan memperoleh pendidikan yang berkualitas," tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo