KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menargetkan tambahan dokter spesialis jantung untuk meningkatkan pelayanan penyakit kardiovaskular. Upaya itu dilakukan seiring penguatan jejaring layanan jantung yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Komitmen penguatan jejaring tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita bersama 12 direktur RSUD se-Kaltim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (19/6).
Kerja sama itu menjadi bagian dari target nasional pembentukan 400 jejaring penanganan penyakit kardiovaskular dalam lima tahun ke depan. Saat ini, Kutim memiliki dua dokter spesialis jantung.
Pemerintah menargetkan jumlahnya bertambah menjadi tiga orang agar pelayanan dan tindakan pasien dapat semakin optimal. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, layanan penanganan penyakit jantung menjadi salah satu kebutuhan yang harus terus diperkuat.
Selain melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan tenaga medis spesialis.
“Ini merupakan layanan yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah memberikan perhatian besar pada penyakit seperti ini, sehingga rumah sakit akan terus dipenuhi kelengkapan fasilitasnya,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam pengembangan layanan jantung di daerah. “Ke depan, targetnya akan kita tingkatkan menjadi tiga orang dokter spesialis untuk memaksimalkan pelayanan tindakan,” tandasnya.
Baca Juga: Imbas Harga Pertamax Naik, Kuota Pertalite di Balikpapan Ditambah 23 Persen
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim telah memiliki fasilitas pelayanan penyakit jantung yang memadai.
"Ini sebagian dari program pemerintah untuk melakukan pemerataan di bidan kesehatan. Dengan kerjasama ini, Rumah Sakit di Kaltim dapat melakukan pelayanan jantung dengan lebih baik," ucapnya.
Menurut Jaya, dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim, hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang belum bergabung dalam jejaring layanan tersebut karena rumah sakit daerahnya masih berstatus kelas D.
“Kami menargetkan akhir tahun ini pembangunan fisik untuk naik ke kelas C bisa selesai serah terimanya. Jika sudah, maka 10 kabupaten/kota di Kaltim dipastikan 100 persen siap melayani pasien kardiovaskular,” jelasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki