Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dorong Pertumbuhan Energi Nasional dan Inovasi, Agus Wiramsya Oscar Jadi Narsum di Ajang IEE Series 2026

Akbar Sopianto • Jumat, 19 Juni 2026 | 14:44 WIB
PAPARKAN: Dr Ir Agus Wiramsya Oscar memaparkan pertumbuhan industri dengan inovasi supply chain di Kaltim.
PAPARKAN: Dr Ir Agus Wiramsya Oscar memaparkan pertumbuhan industri dengan inovasi supply chain di Kaltim.

KALTIMPOST.ID, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (DPW APKPI) Wilayah Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara), Dr Ir Agus Wiramsya Oscar ST MT CPI IPU jadi salah satu narasumber dalam acara rangkaian bertemakan “Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026“.

Kegiatan yang dipusatkan di BSCC Dome Balikpapan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (10-12/6).

Pameran ini menghadirkan tiga sektor strategis dalam satu ekosistem terpadu, yakni pertambangan melalui Mining Indonesia, konstruksi melalui Construction Indonesia, serta minyak dan gas bumi melalui Oil & Gas Indonesia.

Abadikan momen bersama di acara IEE series 2026.
Abadikan momen bersama di acara IEE series 2026.

Narasumber kegiatan IEE Series 2026, Agus Wiramsya Oscar menyampaikan soal tema yang diangkat, "Integrating Supply Chain Innovation and Science Diplomacy for Sustainable Industrial Development in The East Kalimantan", yakni tentang mendorong pertumbuhan industri dengan inovasi supply chain di Kaltim.

“Ini sangat menarik untuk dikupas, karena kita ketahui bersama topik ini cocok dibahas dalam kondisi terkini, kedepan dan menjawab salah satu tantangan kedaulatan energi nasional serta seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN),” ucapnya.

Menurutnya, dengan menggabungkan kebijaksanaan lokal dan kolaborasi global, Indonesia dapat memimpin narasi baru. Yakni menuju Diplomasi Sains untuk kedaulatan industri berkelanjutan khususnya di Wilayah Kaltim.

Oleh karena itu, Kaltim dapat tampil sebagai “hubungan Diplomasi Sains dan Industri Hijau di Asia Tenggara sebuah model yang menggabungkan kebijakan berbasis riset, transfer teknologi, dan kerja sama internasional untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dijelaskannya, inovasi rantai pasok atau Supply Chain Innovation di Kaltim tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan logistik atau efisiensi biaya.

Ia adalah sistem sosial–ekologis yang hidup di antara kepentingan manusia, industri, dan pengetahuan.

“Kita beri contoh nyata bagaimana ekonomi sumber daya alam dapat ditransformasikan menjadi ekonomi pengetahuan. Kaltim tidak hanya menambang sumber daya alam, tetapi juga menambang ilmu, menambang reputasi, dan menambang masa depan," jelas Oscar.

“Model Science Diplomacy–driven supply chain ini dapat direplikasi ke provinsi lain seperti Kaltara, Sulawesi Tenggara, dan Papua — daerah dengan basis Sumber daya Alam (SDA) kuat dan kebutuhan integrasi industri,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut Oscar, Kaltim kaya akan SDA yang kepengelolaannya perlu diawasi secara bersama-sama dan berjenjang.

Pastinya apabila sudah diawasi secara benar dan penggunaannya sudah tepat akan mensejahterakan warga Kaltim khususnya Indonesia umumnya.

Sebab, selain industrinya tumbuh, dukungan UMKM akan naik juga seiring dengan tumbuh pesatnya industri yang baik di Kaltim.

“Untuk itu, saya nilai forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, teknologi, investasi, dan sumber daya manusia yang akan menentukan arah perkembangan sektor energi dan industri di masa depan,” ungkapnya.

Mengakhiri diskusi, Oscar mengingatkan dan menekankan kembali pesan Bung Karno, "Kenalilah Dirimu, Kenalilah Negaramu, Kenalilah Pulaumu, Kenalilah Tanah Airmu. Susunlah Strategi Pembangunan, Strategi Pertahanan, sesuai dengan kondisi Geografismu".

Pemikiran Bung Karno pastinya sejalan dengan ajang IEE Series 2026. "Oleh karena ini saya berharap melalui kegiatan ini tentunya melahirkan tambahan Investasi Baru dan Inovasi Baru, serta berbagai solusi untuk menjawab tantangan di Sektor Energi dan Transformasi Engineering di masa depan yang berkelanjutan," cetusnya.

Terpisah, Ketua DPD Perkumpulan Tenaga ahli alat berat Indonesia (PERTAABI) Kaltim, Lamhot Aritonang, menambahkan kegiatan pameran yang bertajuk IEE Series 2026 sangat tepat sudah berlangsung.

"Jadi kami secara pribadi sangat mendukung. Karena secara tidak langsung acara kemarin menjadi acara percontohan di Indonesia khususnya di wilayah Kaltim," tuturnya.

"Harapan saya kepada pemerintah lebih mendukung pengusaha lokal. Untuk itu kita hadirkan rekan - rekan KADIN dan HIPMI agar berkolaborasi bersama. Alhamdulilah acara berjalan dengan sukses dan mendapat sambutan yang positif," tutupnya.

Editor : Hernawati
#IEE Series Balikpapan 2026 #dpw apkpi