Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Alat Berat Masih Jadi Jurusan Favorit di Samarinda, Tapi SMKN 2 Ingatkan Risiko Dunia Kerja ke Depan

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:57 WIB
FAVORIT: Tingginya antusias pendaftar, tahun ini SMKN 2 Samarinda buka dua rombel jurusan Teknik Alat Berat.
FAVORIT: Tingginya antusias pendaftar, tahun ini SMKN 2 Samarinda buka dua rombel jurusan Teknik Alat Berat.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah geliat pembangunan dan masih kuatnya citra industri pertambangan di Kalimantan Timur, Teknik Alat Berat tetap menjadi jurusan yang paling banyak diburu calon siswa SMK.

Namun, tingginya minat tersebut justru memunculkan pertanyaan baru. Apakah jurusan yang paling diminati saat ini masih akan menjadi yang paling menjanjikan di masa depan?

Fenomena itu terlihat di SMKN 2 Samarinda. Sekolah teknik yang memiliki sembilan kompetensi keahlian tersebut kembali kebanjiran peminat pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Samarinda Nurmah Mudatin Nikmah mengatakan jumlah pendaftar setiap tahun selalu jauh melampaui kuota yang tersedia. Tahun ini sekolah yang berdiri sejak 1991 itu menerima 576 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar.

Baca Juga: Bupati Frederik Tagih Pelayanan Maksimal di HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Kubar Siapkan Layanan Cepat 110

Dari sembilan jurusan yang tersedia, Teknik Alat Berat masih menjadi pilihan yang paling banyak diminati calon siswa maupun orang tua. Tingginya minat tersebut membuat sekolah tahun ini membuka dua rombongan belajar untuk jurusan tersebut.

Padahal pada tahun sebelumnya hanya tersedia satu rombel. “Kalau dibilang yang paling favorit, ya semua favorit. Cuman memang ada sih satu yang memang paling banyak yang daftar,” kata Nurmah.

Menurut dia, banyak masyarakat masih memandang alat berat sebagai jurusan yang identik dengan pekerjaan di perusahaan tambang dengan prospek penghasilan yang besar. Padahal, sekolah melihat siswa perlu mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka panjang, bukan hanya kondisi saat ini.

Oleh sebab itu, pihak sekolah kerap memberikan pemahaman kepada calon siswa maupun orang tua yang datang berkonsultasi terkait pilihan jurusan. Edukasi tersebut dilakukan agar keputusan yang diambil tidak semata-mata mengikuti tren. “Sekarang mungkin kayaknya masih oke. Kita perlu lihat yang ke depannya seperti apa,” tuturnya.

Baca Juga: Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Balikpapan Awasi Pemutakhiran Data Pemilih dan Partai Politik Secara Berkelanjutan 

Nurmah mengakui tantangan yang mulai dihadapi sekolah saat ini adalah penempatan praktik kerja lapangan (PKL). Sebab, tidak sedikit perusahaan yang sebelumnya menjadi lokasi magang kini mengurangi kapasitas penerimaan peserta magang.

“Kan kita wajib PKL selama enam bulan. Itu banyak keluhan bahwa mulai perusahaan itu banyak yang tutup. Itu kesulitan kami untuk menyalurkan siswa-siswa yang akan magang,” ungkapnya.

Meski demikian, dia menegaskan peluang kerja lulusan alat berat tidak hanya berada di sektor pertambangan. Kompetensi yang dimiliki siswa tetap dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor lain yang menggunakan alat-alat berat dalam operasionalnya.

Bagi SMKN 2 Samarinda, tingginya minat terhadap sebuah jurusan memang menjadi indikator penting. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan siswa memahami kebutuhan dunia kerja yang terus berubah agar pilihan yang diambil hari ini tetap relevan ketika mereka lulus beberapa tahun mendatang. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#SMK Kaltim #SMKN 2 Samarinda #Teknik Alat Berat #Jurusan favorit SMK #Jurusan alat berat Samarinda