KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Minat lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah vokasi terus meningkat. Fenomena itu terlihat di SMK Istiqamah Muhammadiyah 4 Samarinda yang kembali menambah daya tampung pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Jika tahun lalu sekolah menerima 225 siswa, tahun ini kuota ditingkatkan menjadi sekitar 275 siswa. Penambahan dilakukan seiring meningkatnya jumlah peminat dan bertambahnya fasilitas belajar yang dimiliki sekolah. Dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Istiqamah Muhammadiyah 4 Samarinda Suraji, tren pendaftaran terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga pertengahan masa penerimaan siswa baru, jumlah peserta yang telah diterima mencapai 165 orang. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendaftaran masih berlangsung.
Baca Juga: Industri Berebut Lulusan SMK, Jurusan Pendingin dan Listrik Dinilai Paling Menjanjikan
Dari enam kompetensi keahlian yang dimiliki sekolah, Teknik Alat Berat masih menjadi jurusan yang paling banyak diminati calon siswa. Bahkan tahun ajaran baru nanti sekolah berencana menambah satu kelas untuk menampung tingginya minat tersebut. “Pendaftar yang lebih banyak dominan dari tahun ke tahun tentunya di teknik alat berat. Tahun sebelumnya empat kelas, tahun ini jadi lima kelas,” kata Suraji.
Menurut dia, tingginya minat terhadap jurusan tersebut tidak lepas dari karakteristik Kaltim sebagai daerah yang kaya sumber daya alam. Kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi hingga energi membuat jurusan teknik masih dipandang menjanjikan oleh masyarakat.
“Orang tua saat ini itu berpikirnya sudah maju sehingga untuk mempersiapkan anak-anaknya mengelola sumber daya alam yang ada di Kaltim ini, ya tentunya yang paling tepat di sekolah vokasi, khususnya di jurusan keteknikan,” ujarnya.
Suraji menilai pandangan tersebut tidak hanya terjadi di SMK Istiqamah Muhammadiyah 4 Samarinda. Jurusan alat berat juga menjadi favorit di berbagai sekolah vokasi lain karena peluang kerja yang dinilai masih terbuka luas. “Tingkat serapan lulusan itu luar biasa. Enggak hanya di mining (tambang) saja, tapi di perkebunan, konstruksi, minyak dan gas, ini juga butuh alat berat,” tuturnya.
Baca Juga: Alat Berat Masih Jadi Jurusan Favorit di Samarinda, Tapi SMKN 2 Ingatkan Risiko Dunia Kerja ke Depan
Untuk mendukung peningkatan jumlah siswa, sekolah menambah kapasitas ruang belajar melalui pembangunan ruang kelas baru yang sebelumnya diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Selain itu, sekolah juga memperkuat sumber daya pengajar, termasuk melalui pelatihan kejuruan yang bekerja sama dengan dunia industri.
Suraji menegaskan penambahan kuota bukan sekadar mengejar jumlah siswa. Sekolah ingin memastikan semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Setiap warga negara punya hak yang sama untuk belajar. Yang penting punya komitmen untuk belajar dan menyiapkan kecakapan hidupnya ke depan,” tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo