KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – SMK selama ini identik dengan sekolah yang menyiapkan lulusan untuk langsung masuk dunia kerja. Namun, pengalaman SMK Istiqamah Muhammadiyah 4 Samarinda menunjukkan adanya perubahan tren di kalangan siswa.
Banyak siswa yang saat awal masuk sekolah bercita-cita langsung bekerja setelah lulus. Akan tetapi, pandangan tersebut kerap berubah setelah mereka menjalani proses belajar dan praktik kerja lapangan (PKL).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Istiqamah Muhammadiyah 4 Samarinda Suraji mengatakan sekolah rutin melakukan pendataan dan wawancara terhadap siswa untuk mengetahui rencana mereka setelah lulus.
Namun setelah menjalani pendidikan hingga kelas XI dan mengikuti PKL, sebagian siswa mulai memiliki rencana berbeda. Banyak yang akhirnya tertarik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Baca Juga: Dari Tambang hingga Perkebunan, Jurusan Teknik Makin Dilirik Lulusan SMP
Berdasarkan data penelusuran alumni yang dimiliki sekolah, jumlah lulusan yang memilih melanjutkan pendidikan kini hampir menyamai mereka yang langsung bekerja. “Di tracer study itu kisaran hampir 50 persen yang melanjutkan kuliah,” ungkap Suraji.
Padahal peluang kerja sebenarnya cukup terbuka. Sekolah selama ini menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan, mulai dari sektor alat berat hingga otomotif. Beberapa perusahaan bahkan sudah melakukan rekrutmen terhadap siswa sebelum mereka lulus sekolah.
Suraji menyebut beberapa perusahaan secara rutin menjalin kemitraan dengan sekolah untuk mencari calon tenaga kerja. “Sebelum ujian (akhir) mereka sudah direkrut untuk jadi karyawan,” ujarnya.
Meski demikian, tidak sedikit siswa yang berubah pikiran ketika memasuki tahap akhir pendidikan. Ada yang memilih melanjutkan kuliah, ada pula yang mengubah cita-cita menjadi aparatur sipil negara, anggota TNI, atau profesi lain di luar bidang yang dipelajari.
Baca Juga: Industri Berebut Lulusan SMK, Jurusan Pendingin dan Listrik Dinilai Paling Menjanjikan
Perubahan tersebut membuat sekolah kini lebih serius memetakan minat dan rencana karier siswa sejak awal. Tujuannya agar proses penyiapan tenaga kerja bersama dunia industri dapat berjalan lebih efektif.
Menurut dia, fenomena itu menunjukkan bahwa fungsi SMK saat ini tidak lagi semata-mata menjadi pencetak tenaga kerja siap pakai. Sekolah vokasi juga menjadi batu loncatan bagi banyak siswa untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan pilihan karier yang lebih beragam di masa depan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo