KALTIMPOST.ID, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kaltim 2026 kini, Selasa (23/6/2026), memberlakukan pembagian jam akses pendaftaran.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur meminta calon peserta didik baru login sesuai jadwal wilayah masing-masing.
Hal ini bertujuan agar proses pendaftaran SMA/SMK berjalan lancar dan tidak kembali terganggu akibat lonjakan akses bersamaan.
Kebijakan pembagian jam akses SPMB Kaltim 2026 ini diumumkan Disdikbud Kaltim menyusul kendala server yang terjadi pada hari pertama, Senin (22/6/2026).
Melalui pengumuman resmi di akun Instagram, Disdikbud Kaltim menyampaikan permohonan maaf kepada calon peserta didik baru, orang tua/wali, dan masyarakat atas ketidaknyamanan akibat gangguan sistem pendaftaran.
Untuk mengurangi kepadatan akses dan menjaga kestabilan portal, jadwal akses SPMB Kaltim 2026 kini dibagi berdasarkan kabupaten/kota.
Pendaftar diminta masuk ke portal hanya pada jam yang telah ditentukan sesuai wilayah masing-masing.
Sementara bagi yang belum sempat login pada jadwal utama, Disdikbud juga menyiapkan waktu akses susulan.
Baca Juga: Server SPMB Macet Total Sejak Pagi, Posko SMAN 2 Samarinda Kebanjiran Aduan Orang Tua Murid
Berikut jadwal jam akses SPMB Kaltim 2026 berdasarkan wilayah:
- Kutai Kartanegara: 07.00–10.00 Wita
- Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Paser: 10.00–13.00 Wita
- Berau, Kutai Timur, dan Bontang: 13.00–16.00 Wita
- Balikpapan dan Penajam Paser Utara: 16.00–19.00 Wita
- Samarinda: 19.00–22.00 Wita
- Akses susulan: 22.00–07.00 Wita
Disdikbud Kaltim berharap pembagian jam akses ini menjadi solusi sementara agar pendaftaran SPMB Kaltim 2026 tetap tertib dan lancar.
Dilaporkan sebelumnya, website SPMB Kaltim mengalami eror mendadak sekitar pukul 09.00 Wita saat diakses secara bersamaan oleh banyak pendaftar dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Sistem kemudian dilaporkan mulai membaik pada pukul 15.26 Wita.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, membenarkan adanya kendala teknis pada portal SPMB Kaltim 2026.
Menurutnya, gangguan itu dipicu tingginya volume pengguna yang masuk ke sistem dalam waktu bersamaan. “Volume pemakaian sangat tinggi, tapi sekarang sudah baik,” ujarnya.
Armin menjelaskan, ada dua langkah yang disiapkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Pertama, menambah kapasitas server. Kedua, mengatur proses pendaftaran secara bergiliran.
“Solusinya menambah server, atau proses pendaftarannya secara bergiliran,” tegasnya.
Dari dua opsi itu, Disdikbud Kaltim untuk sementara memilih menerapkan sistem pembagian jam akses agar beban server lebih merata. (*)
Editor : Almasrifah