Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Asy-Syifa Kehilangan 25 Persen Target Santri Baru, Sekolah Swasta Ikut Terdampak

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:42 WIB
MENURUN: Pada tahun ajaran baru ini Asy-Syifa menargetkan menerima sekitar 160 santri baru. Namun realisasinya diperkirakan berkurang sekitar 30 hingga 40 orang dari target tersebut.
MENURUN: Pada tahun ajaran baru ini Asy-Syifa menargetkan menerima sekitar 160 santri baru. Namun realisasinya diperkirakan berkurang sekitar 30 hingga 40 orang dari target tersebut.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pondok pesantren dan sekolah swasta di Balikpapan menghadapi tantangan baru pada tahun ajaran ini. Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di lembaga pendidikan swasta dilaporkan menurun.

Ini setelah sistem penerimaan peserta didik memberikan peluang lebih besar bagi siswa masuk ke sekolah negeri. Salah satu pendiri Pondok Modern Asy-Syifa Balikpapan Alfi Taufik, mengungkapkan hampir seluruh lembaga pendidikan swasta mengalami penurunan jumlah peserta didik baru.

Baik madrasah maupun pondok pesantren. Menurut mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Balikpapan itu, penurunan tidak hanya terjadi di Asy-Syifa, tetapi juga dirasakan berbagai pesantren dan sekolah swasta lainnya di Kota Minyak.

Baca Juga: Asy-Syifa Bidik Bantuan Rp15 Miliar untuk Perluas Fasilitas Pesantren

"Informasi yang kami dapatkan, hampir seluruh sekolah swasta, baik madrasah maupun pondok pesantren, mengalami penurunan. Kisarannya antara 30 sampai 50 persen. Di Asy-Syifa sendiri penurunannya sekitar 25 persen dari target penerimaan," tutur Alfi.

Ia menjelaskan, pada tahun ajaran baru ini Asy-Syifa menargetkan menerima sekitar 160 santri baru. Namun realisasinya diperkirakan berkurang sekitar 30 hingga 40 orang dari target tersebut.

Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi berubahnya pola pilihan masyarakat yang kini lebih banyak mengarahkan anak-anak mereka ke sekolah negeri.

"Keinginan orang tua sekarang memang lebih besar ke sekolah yang dikelola pemerintah. Dampaknya dirasakan hampir semua sekolah swasta," katanya.

Baca Juga: Terapkan Mekanisme SP Bertahap, Pesantren Asy Syifa Utamakan Pembinaan Karakter Sebelum Menjatuhkan Sanksi Berat

Alfi menyebut sejumlah lembaga pendidikan Islam besar di Balikpapan juga mengalami kondisi serupa. Meski tidak menyebut angka secara rinci, ia mengatakan tren penurunan berlangsung hampir merata.

Fenomena tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Sebab keberadaan sekolah swasta dan pondok pesantren selama ini menjadi mitra pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan alternatif pendidikan berbasis karakter dan keagamaan.

Ia berharap ke depan kebijakan penerimaan peserta didik tetap memberi ruang yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta sehingga ekosistem pendidikan dapat berkembang secara beriringan.

"Kami memahami masyarakat punya pilihan. Tetapi sekolah swasta juga memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan. Karena itu perlu ada keseimbangan agar semuanya tetap bisa berkembang," ujarnya.

Meski menghadapi penurunan jumlah santri baru, Alfi memastikan kualitas pembelajaran di Asy-Syifa tidak berubah. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sesuai standar yang telah diterapkan selama puluhan tahun.

"Yang kami jaga bukan hanya jumlah santri, tetapi kualitas pendidikan yang mereka terima. Itu tetap menjadi prioritas kami," katanya.

Baca Juga: Santri Didampingi 24 Jam, Sistem Kepengasuhan Asy Syifa Balikpapan Dipisahkan antara Putra dan Putri untuk Perkuat Perlindungan

Ia optimistis kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren modern tetap tinggi karena lulusan pesantren kini semakin banyak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

"Semoga kondisi ini hanya sementara dan minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren kembali meningkat pada tahun-tahun mendatang," kata Alfi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
pondok pesantren Balikpapan Asy-Syifa Balikpapan santri baru penerimaan santri Sekolah Swasta Balikpapan