Pantai Lamaru Jadi Pusat Aksi Hari Mangrove Sedunia 2026, Gubernur Rudy Mas'ud Dijadwalkan Memimpin

Dina Angelina • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 10:08 WIB
DLH Kaltim bersama perangkat daerah, instansi vertikal, dan mitra terkait menggelar rapat hybrid pemantapan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Balikpapan, Senin (20/7), untuk mematangkan aksi penanaman 2.200 bibit mangrove di Pantai Lamaru.
DLH Kaltim bersama perangkat daerah, instansi vertikal, dan mitra terkait menggelar rapat hybrid pemantapan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Balikpapan, Senin (20/7), untuk mematangkan aksi penanaman 2.200 bibit mangrove di Pantai Lamaru.

 

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan Kawasan Pantai Lamaru, Balikpapan, sebagai lokasi pusat kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Hari Mangrove Sedunia 2026 yang diperingati pada 26 Juli mendatang.

Sebanyak 2.200 bibit mangrove akan ditanam dalam kegiatan tersebut. Keputusan itu disepakati dalam rapat koordinasi teknis lanjutan yang digelar secara hybrid pada Senin (20/7).

Rapat tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah Pemprov Kaltim, Pemerintah Kota Balikpapan, instansi vertikal, serta berbagai mitra terkait.

Baca Juga: Borneo FC Mulai Era Baru, Mauro Jeronimo Minta Pusamania Bersabar

Aksi penanaman mangrove di Kaltim dijadwalkan dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Penanaman Mangrove Serentak Nasional yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan dipusatkan di Bali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Joko Istanto menjelaskan, rapat lanjutan tersebut bertujuan mematangkan seluruh aspek teknis pelaksanaan sekaligus menyelaraskan susunan acara dengan agenda nasional yang disiapkan KLH.

"Kita mematangkan lagi seluruh teknis pelaksanaannya dan menyelaraskan rundown acara dengan Kementerian Lingkungan Hidup," ujarnya.

Joko mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif menyukseskan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, bukan hanya tanggung jawab DLH Kaltim.

"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah, instansi, dan mitra," tambahnya.

Ia menegaskan, Kaltim memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain memiliki garis pantai yang panjang, provinsi ini juga menjadi wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga: Spanyol Gelar Parade Juara Piala Dunia 2026, Dua Juta Suporter Padati MadridB

Ekosistem mangrove di Kaltim tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi dan gelombang laut, tetapi juga menjadi habitat berbagai biota pesisir. Selain itu, kawasan mangrove berperan penting sebagai penyimpan karbon biru (blue carbon) yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim global.

Karena itu, Joko berharap gerakan pelestarian mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi aksi berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Namun menjadi gerakan berkelanjutan demi merawat lingkungan pesisir bagi generasi mendatang," tutupnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Rudy Mas'ud Hari Mangrove Sedunia 2026 Pantai Lamaru penanaman mangrove Dlh Kaltim