ITK Kenalkan Kompor Berbahan Bakar Minyak Jelantah

Supriyono Lupus • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:50 WIB
INOVASI: Program pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yakni kompor berbahan bakar minyak jelantah, dikenalkan kepada siswa SMA 6 Penajam Paser Utara (PPU).
INOVASI: Program pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yakni kompor berbahan bakar minyak jelantah, dikenalkan kepada siswa SMA 6 Penajam Paser Utara (PPU). 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM– Limbah minyak jelantah yang selama ini sering dianggap tidak bernilai dan berpotensi mencemari lingkungan ternyata dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memperkenalkan teknologi tepat guna berupa kompor berbahan bakar minyak jelantah kepada 40 siswa SMA 6 Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (22/7) yang dipimpin oleh Ir Suardi, S.T., M.T. selaku ketua tim pengabdian, didampingi beberapa mahasiswa ITK yang berperan sebagai instruktur pada sesi praktik.

Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan desa energi dan peningkatan literasi energi terbarukan. Program ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah yang diwakili oleh Sahmawati, S.Pd. serta Kepala SMA 6 PPU Hadi Hariyanto, S.Pd., M.Pd.

Baca Juga: Bupati PPU Mudyat Noor Teken BAST Lahan Sekolah Nasional Terintegrasi

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, sekaligus mempelajari potensi limbah tersebut sebagai bahan bakar alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Selain materi, siswa juga diajak praktik langsung pembuatannya, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, perakitan kompor, hingga pengujian nyala api dan evaluasi kinerja alat. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik.

Suardi menjelaskan  pelatihan ini merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian energi terbarukan yang telah dikembangkan di ITK agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelajar.

"Minyak jelantah tidak seharusnya dibuang begitu saja karena dapat mencemari tanah dan saluran air. Dengan teknologi yang sederhana, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar alternatif yang murah, mudah dibuat, dan memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Baca Juga: Atasi Penumpukan Sampah di TPA, DLH PPU Wajibkan Desa, Sekolah, hingga Kantor Aktifkan BSU

Ia berharap siswa tidak hanya memahami konsepnya, tetapi mampu mengembangkannya menjadi inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Pendekatan learning by doing yang diterapkan membuat peserta lebih mudah memahami prinsip kerja teknologi sekaligus menumbuhkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah rumah tangga.

Sahmawati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini karena mengintegrasikan aspek sains, teknologi, lingkungan dan kewirausahaan.

"Pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, bukan hanya menerima teori, mereka juga langsung mempraktikkannya agar dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Ia berharap kerja sama dengan ITK terus berlanjut melalui berbagai program inovatif lainnya.

Kepala SMA 6 Penajam Paser Utara, Hadi Hariyanto, S.Pd., M.Pd menilai kegiatan ini menjadi bekal penting siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pengembangan energi alternatif berbasis potensi lokal.

Program pengabdian ini juga menjadi bagian dari komitmen ITK dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi, keterampilan teknis, dan pembelajaran berbasis praktik bagi generasi muda.

Melalui kolaborasi tersebut diharapkan inovasi sederhana ITK tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap mendukung pengembangan energi berkelanjutan di wilayah Penajam Paser Utara sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (*)

 

Editor : Duito Susanto
Institut Teknologi Kalimantan  (ITK) sma 6 ppu kompor minyak jelantah penajam paser utara