Kipas Oranye Khansa dan Inovasi 'Dua Telur', Cara JAPFA for Kids Bebaskan Anak Kukar dari Malnutrisi

Dina Angelina • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:31 WIB
SENYUM APRESIASI: Siswa penerima manfaat program JAPFA for Kids di Loa Kulu, Kukar memperlihatkan kipas angin dan buku bertajuk Gizi Seimbang usai mengikuti pemantauan gizi rutin. Apresiasi sederhana menjadi simbol motivasi dan apresiasi atas keberhasilan keluar dari kondisi malnutrisi melalui konsumsi protein telur harian.
SENYUM APRESIASI: Siswa penerima manfaat program JAPFA for Kids di Loa Kulu, Kukar memperlihatkan kipas angin dan buku bertajuk Gizi Seimbang usai mengikuti pemantauan gizi rutin. Apresiasi sederhana menjadi simbol motivasi dan apresiasi atas keberhasilan keluar dari kondisi malnutrisi melalui konsumsi protein telur harian.

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Sebuah kipas angin berwarna oranye dan buku cerita bertajuk Gizi Seimbang mungkin tampak sederhana. Namun, bagi Khansa, siswi SDN 001 Loa Kulu, benda itu adalah piala kebanggaan atas perjuangannya keluar dari jerat malnutrisi.

Wajah Khansa tampak begitu ceria saat memamerkan kipas bertuliskan JAPFA for Kids miliknya. Bagi siswa SDN 001 Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) ini, kipas tersebut bukan sekadar alat pembawa angin sejuk di kelas, melainkan simbol keberhasilannya memperbaiki status gizi.

​"Saya senang banget waktu dapat kipas. Setiap hari dipakai di kelas, malah teman-teman yang tidak ikut program pada mau punya kipasnya juga," tutur Khansa kepada Kaltim Post penuh antusias.

​Di balik senyum lugunya, ada perjuangan konsisten mengonsumsi protein telur setiap hari demi mengejar target gizi seimbang. Rasa bangga itu bahkan ia bawa pulang ke rumah. "Saya bilang ke orang tua, kalau di sekolah dapat hadiah, loh!" tambahnya.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Gelar Silaturahmi

​Cerita serupa datang dari Chairunnisa, orang tua dari Nadia yang bersekolah di SDN 002 Loa Kulu. Ia menyaksikan sendiri bagaimana sang buah hati kini jauh lebih semangat untuk menaikkan berat badan dan rajin makan. ​"Bahkan anak saya sampai minta dibelikan timbangan berat badan sendiri di rumah untuk memantau perkembangannya langsung," kata Chairunnisa.

​Perubahan perilaku yang awalnya terasa sulit kini menjelma menjadi kebiasaan baik. Kuncinya ada pada motivasi internal anak yang dipicu oleh bentuk apresiasi sederhana. ​"Reward ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak yang berhasil mencapai status gizi normal, sekaligus menjadi pemicu semangat bagi teman-teman lainnya," ujar Fasilitator JAPFA for Kids wilayah Kutai Kartanegara, Qory.

TANTANGAN DI LAPANGAN DAN INOVASI "DUA TELUR”

​Masalah gizi buruk memang masih menjadi perhatian serius di Kukar, terutama sejak angka stunting daerah ini menyentuh angka 27,1 persen pada 2022, salah satu yang tertinggi di Kalimantan Timur. Menanggapi kondisi tersebut, JAPFA melalui program JAPFA for Kids hadir menyasar 8 sekolah dasar (7 SD di Loa Kulu dan 1 SD di Tenggarong) dengan total 1.807 siswa penerima manfaat, berfokus pada area operasional PT Suri Tani Pemuka (STP).

Baca Juga: Jembatan Garuda di Somber Jadi Akses Alternatif Warga, Pangkas Waktu Tempuh hingga Separuh

​Berjalan sejak Juli hingga Desember 2025, program ini berfokus pada pemberian asupan protein hewani harian berupa telur bagi anak-anak berstatus gizi kurang. Namun, mengubah kebiasaan bukanlah perkara mudah bagi fasilitator di lapangan.

​Program yang awalnya dinamai One Day One Egg ditingkatkan menjadi One Day Two Eggs. Semula, orang tua diminta membawakan bekal dua butir telur setiap hari ke sekolah. Sayangnya, tidak semua siswa bisa konsisten melaksanakannya. Melihat kendala tersebut, Qory tak tinggal diam. Ia berkolaborasi dengan guru penanggung jawab di SDN 005 Loa Kulu untuk merumuskan solusi.

​”Dari 14 butir telur yang dialokasikan per minggu, 7 butir dibawa pulang siswa untuk bekal istirahat pertama. Sedangkan 7 butir sisanya diolah langsung di sekolah untuk bekal istirahat kedua,” bebernya.

​Tantangan tak berhenti di situ. Tidak semua anak suka makan telur rebus. Alih-alih memaksa, pihak sekolah membuka ruang pilihan. Anak-anak boleh memesan (request) telur dadar, telur mata sapi atau sekadar ditambahi kecap agar tidak bosan. Langkah kecil ini terbukti ampuh membuat anak-anak menikmati proses pemenuhan gizi mereka.

HASIL NYATA DAN APRESIASI PEMERINTAH

​Selain intervensi gizi harian, seluruh siswa secara rutin menjalani pemantauan tinggi dan berat badan bulanan yang dicatat melalui aplikasi khusus. Sekolah juga menggalakkan ‘Hari Sehat JAPFA’ yang memuat senam gizi seimbang, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), praktik cuci tangan, hingga pemeriksaan kuku.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur, Ini Cara Kodim 0905 Balikpapan Bantu Warga

​Hasil dari pendekatan humanis dan terstruktur ini sangat signifikan. Di SDN 005 Loa Kulu misalnya, persentase siswa dengan status gizi normal melambung tinggi dari semula hanya 28 persen menjadi 66,7 persen pada akhir Desember 2025.

​Secara total, sebanyak 50.233 butir telur didistribusikan dalam 24 kali tahap pembagian kepada 121 anak malnutrisi. Tingkat kepatuhan konsumsi telur di sekolah bahkan mencapai angka fantastis 95,03 persen.

​Capaian ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Kukar, Ahmad Taufik Hidayat menyebutkan, intervensi ini berhasil menekan jumlah anak malnutrisi di wilayah pendampingan dari 130 anak menjadi tinggal 59 anak per Desember 2025.

​Program ini sangat baik dan sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik serta misi ke-5 Pemkab Kukar dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. “Semoga ini menjadi pemantik bagi pemangku kepentingan (stakeholder) lain untuk ikut berkontribusi," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur, Ini Cara Kodim 0905 Balikpapan Bantu Warga

​Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kukar berkomitmen memperkuat sinergi ini melalui optimalisasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan penegakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan pendidikan.  “Kolaborasi erat antara dunia usaha, sekolah, dan orang tua ini terbukti menjadi kunci utama membesarkan generasi penerus Kukar yang lebih sehat dan tangguh,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
JAPFA for Kids malnutrisi Kukar gizi anak Kukar program JAPFA Kukar One Day Two Eggs