Muhammadiyah Kaltim Serukan Gerakan Shodaqoh Air Hadapi Kekeringan dan Karhutla

Redaksi KP • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:12 WIB
Logo Muhammadiyah.
Logo Muhammadiyah.

SAMARINDA – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur menyerukan gerakan tanggap bencana menghadapi kemarau panjang yang memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih di sejumlah wilayah Kaltim.

Seruan tersebut disampaikan PWM Kaltim melalui pernyataan tertanggal 2 September 2026. Muhammadiyah menilai kondisi yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir membutuhkan respons cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Dalam seruan tersebut, seluruh elemen Muhammadiyah di Kaltim, mulai Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Aisyiyah, hingga pimpinan ranting dan cabang, diminta aktif terlibat dalam penanganan dampak kekeringan dan karhutla.

Respons yang didorong tidak hanya berupa bantuan air bersih. Muhammadiyah juga menyerukan pendirian posko kesehatan dan logistik bagi masyarakat yang terdampak asap maupun kekurangan pangan, serta keterlibatan bersama masyarakat dan pihak terkait dalam pencegahan dan pemadaman karhutla.

Dorong Gerakan Shodaqoh Air

Salah satu poin utama seruan tersebut adalah Gerakan Shodaqoh Air. Gerakan ini berupa penggalangan dan penyaluran air bersih secara sukarela kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

PWM Kaltim mengajak masyarakat maupun pihak yang memiliki sumber daya lebih, seperti air, sumur bor, tangki air, hingga dana, untuk ikut berkontribusi.

Seluruh bantuan diimbau dikoordinasikan melalui MDMC atau Lazismu PWM Kaltim agar penyalurannya dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Baca Juga: Kaltim Tetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Asap

Muhammadiyah menempatkan air sebagai kebutuhan pokok sekaligus hak dasar masyarakat. Karena itu, pemenuhan kebutuhan air bersih dinilai menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan terhadap dampak kekeringan.

Gerakan tersebut juga dikaitkan dengan nilai al-Ma'un yang menjadi salah satu landasan gerakan sosial Muhammadiyah.

Serukan Shalat Istisqa

Selain ikhtiar kemanusiaan dan mitigasi bencana, PWM Kaltim juga mengajak umat Islam memperkuat ikhtiar spiritual melalui shalat istisqa atau salat meminta hujan.

Warga Muhammadiyah dan masyarakat muslim pada umumnya diimbau memperbanyak istigfar dan tobat, serta melaksanakan shalat istisqa secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka.

Doa-doa meminta hujan juga dianjurkan untuk diperbanyak sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT di tengah kemarau panjang.

PWM Kaltim mengutip QS an-Nahl ayat 65 mengenai air hujan sebagai rahmat yang menghidupkan bumi setelah mengalami kekeringan.

Namun, seruan tersebut tidak menempatkan bencana hanya dalam perspektif spiritual. Muhammadiyah menegaskan pentingnya ikhtiar nyata berbasis ilmu pengetahuan.

Bencana dan Kerusakan Lingkungan

Dalam pandangan Fikih Kebencanaan Muhammadiyah, bencana tidak semata-mata dipandang sebagai hukuman atau murka Allah. Bencana dapat menjadi ujian sekaligus momentum introspeksi terhadap perilaku manusia, termasuk tindakan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Karena itu, masyarakat didorong tidak berhenti pada doa, tetapi juga melakukan mitigasi bencana, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghindari tindakan yang merusak alam.

Pandangan tersebut menjadi penting di tengah persoalan kekeringan dan karhutla yang saat ini dihadapi Kaltim. Penanganan bencana membutuhkan kombinasi antara respons darurat, pencegahan, pemulihan lingkungan, dan perubahan perilaku.

PWM Kaltim juga mengajak pemerintah daerah, TNI/Polri, perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh unsur masyarakat untuk memperkuat koordinasi.

Sinergi lintas sektor dinilai diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi sekaligus mengurangi risiko bencana yang lebih luas.

Ketua PWM Kaltim KH Muhammad Jafron dan Sekretaris PWM Kaltim H Amir Hady dalam seruan tersebut berharap hujan segera turun sebagai rahmat bagi masyarakat dan lingkungan.

Di saat yang sama, Muhammadiyah mendorong seluruh elemen masyarakat mengisi masa sulit tersebut dengan kepedulian, gotong royong, serta ikhtiar nyata untuk menjaga kehidupan dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur.

Editor : Muhammad Ridhuan
Kekeringan Kaltim Muhammadiyah Kaltim karhutla Kaltim Gerakan Shodaqoh Air shalat istisqa Kaltim