Karhutla Samboja Ancam Sekolah Hutan, 11 Orangutan Dievakuasi

Denny Saputra • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:56 WIB
EVAKUASI: Tim BKSDA Kaltim bersama Yayasan Jejak Pulang ketika mengevakuasi individu orangutan beberapa waktu lalu.
EVAKUASI: Tim BKSDA Kaltim bersama Yayasan Jejak Pulang ketika mengevakuasi individu orangutan beberapa waktu lalu.

SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Samboja, Kutai Kartanegara, mulai mengancam kawasan rehabilitasi satwa liar. Api yang mendekati Sekolah Hutan BKSDA Kalimantan Timur dan Yayasan Jejak Pulang membuat 11 individu orangutan harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Kepala BKSDA Kaltim Ari Wibawanto mengatakan, evakuasi dilakukan setelah api mulai mendekati kawasan sekolah hutan pada 1 September 2026. Tak hanya api, asap kebakaran juga telah masuk ke area rehabilitasi orangutan.

“Pada tanggal 1 September 2026, api sudah mulai mendekati Sekolah Hutan BKSDA Kalimantan Timur bersama Yayasan Jejak Pulang di daerah Samboja. Asapnya sudah memasuki kawasan sekolah hutan,” ujarnya, Kamis (3/9).

Melihat kondisi tersebut, BKSDA bersama mitra konservasi mengaktifkan proses evakuasi terhadap seluruh orangutan yang berada di lokasi. Sebanyak 11 individu dipindahkan ke kandang perawatan di kantor BKSDA Kaltim di Samboja yang dinilai lebih aman dari ancaman kebakaran dan paparan asap.

Baca Juga: Kemarau Bikin Orangutan di Bengalon Keluar dari Habitat, Risiko Konflik dengan Warga Makin Tinggi  

Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah pihak, mulai dari TNI, Manggala Agni, relawan hingga mitra konservasi.

“Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, di antaranya TNI, Manggala Agni, serta relawan dan mitra konservasi,” jelas Ari.

BKSDA memastikan kondisi seluruh orangutan yang dievakuasi saat ini aman dan sehat. Tim juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan serta perilaku satwa selama berada di lokasi evakuasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses rehabilitasi orangutan tidak terganggu akibat bencana. Terlebih, satwa yang berada di Sekolah Hutan tersebut telah menjalani proses rehabilitasi dalam waktu berbeda.

Sebagian orangutan, kata Ari, bahkan telah menjalani proses rehabilitasi selama lima tahun. Sementara beberapa lainnya baru sekitar dua tahun.

“Ini kita lakukan juga untuk menjaga proses rehabilitasi yang sudah kita lakukan, sehingga tidak sia-sia,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
Karhutla Samboja orangutan Samboja evakuasi orangutan Sekolah Hutan BKSDA Kaltim