BALIKPAPAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat dukungan udara. Satu unit Airbus Helicopters Caracal H225M milik TNI Angkatan Udara (AU) tiba di Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, Jumat (4/9).
Helikopter dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, Bogor, itu dipersiapkan untuk melaksanakan pemadaman karhutla menggunakan metode water bombing di sekitar kawasan IKN.
Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, pengerahan helikopter tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Otorita IKN (OIKN) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Permintaan tersebut telah mendapat persetujuan Mabes TNI dan Mabes AU.
“Kemudian Kasau (Kepala Staf AU) memerintahkan untuk mengerahkan satu pesawat helikopter yang sudah tiba hari ini. Tugasnya adalah melaksanakan kegiatan pemadaman api yang berada di sekitar IKN,” katanya.
Setibanya di Balikpapan, H225M Caracal langsung menjalankan patroli udara untuk memantau titik panas (hotspot) di kawasan IKN. Dari patroli tersebut, sejumlah titik api dipetakan untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas pemadaman.
Gusti menyebut helikopter tersebut memiliki kapasitas membawa hingga 2.000 liter air. Dalam satu kali penyiraman, sekitar dua ton air dapat dijatuhkan ke titik kebakaran.
Baca Juga: Karhutla Samboja Ancam Sekolah Hutan, 11 Orangutan Dievakuasi
Hasil pemantauan udara, lanjutnya, menunjukkan wilayah Wonotirto menjadi salah satu lokasi yang paling mendesak untuk ditangani. Kondisi itu didukung keberadaan danau atau embung yang berada tidak jauh dari lokasi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk operasi pemadaman.
“Untuk kapasitasnya sendiri, helikopter bisa menampung hingga 2.000 liter. Dalam satu kali penyiraman, bisa menjatuhkan sekitar 2 ton air ke titik kebakaran,” jelasnya.
Gusti mengatakan belum ada batas waktu pasti untuk operasi tersebut. Pengerahan helikopter akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kebakaran dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Operasi tidak serta-merta berakhir setelah api berhasil dipadamkan. Personel dan helikopter tetap akan disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di kawasan IKN.
“Bila masih memungkinkan untuk melaksanakan pemadaman, akan terus melaksanakan operasi tersebut. Untuk saat ini, kru yang disiapkan ada tujuh personel. Misalnya nanti ada kurang, kami akan siapkan personel tambahan. Saat ini, di IKN juga sudah ada personel yang berjaga,” tandasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan