SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di tengah kebijakan pembelajaran daring akibat memburuknya kualitas udara. Pelaksanaan distribusi disesuaikan dengan kondisi sekolah dan tingkat kabut asap di masing-masing daerah.
Kebijakan pembelajaran tatap muka menjadi daring dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim sebagai langkah perlindungan terhadap siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan dari paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda, Rabu (16/9) pukul 16.00 Wita, kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Disdikbud Kaltim kemudian meminta kepala satuan pendidikan menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara. Pembelajaran daring bersifat situasional dan sekolah diminta berkoordinasi dengan orang tua untuk mengawasi siswa selama belajar dari rumah.
Baca Juga: Imbas Kabut Asap, Sekolah di Bontang Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh, Begini Pengaruhnya ke MBG
Pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan setelah instansi berwenang menyatakan kondisi kualitas udara telah aman.
Namun, penerapan pembelajaran daring tidak dilakukan secara seragam di seluruh Kaltim. Kebijakan menyesuaikan kondisi kabut asap di masing-masing kabupaten/kota.
Dari 10 kabupaten/kota, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Bontang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh. Sementara Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser menerapkan pola kombinasi, dengan sebagian sekolah tetap melaksanakan pembelajaran luring dan lainnya secara daring.
Adapun lima kabupaten/kota lainnya telah menerapkan pembelajaran secara daring atau belajar dari rumah.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di media sosial mengenai pelaksanaan program MBG. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi memastikan program pemerintah pusat tersebut tetap berjalan, dengan penyesuaian teknis di lapangan.
“MBG adalah program pemerintah pusat. Secara keseluruhan MBG di Kaltim tetap berjalan seperti biasa,” tegas Ririn, Kamis (17/9).
Ia menjelaskan, pernyataan Gubernur Kaltim mengenai sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran daring sementara MBG tetap berjalan perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing daerah.
Distribusi MBG tetap berjalan maksimal di wilayah yang sekolahnya masih melaksanakan pembelajaran tatap muka, baik secara penuh maupun melalui pola kombinasi.
“Jadi bukan berarti siswa diliburkan lalu MBG tetap dibagikan begitu saja. Distribusi tetap berjalan dan maksimal di daerah yang sekolahnya masih melaksanakan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.
Ririn menegaskan, keselamatan siswa tetap menjadi prioritas. Karena itu, teknis distribusi MBG dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan kabut asap dan kondisi di masing-masing wilayah.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial dan memastikan informasi diterima secara utuh.
“Kami minta masyarakat lebih bijak dan memastikan informasi yang diterima utuh, agar tidak terjadi simpang siur di tengah situasi kabut asap seperti sekarang,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan