Panen Lokal Anjlok Dihantam Kemarau, Warga Kaltim Tak Perlu Panik Soal Beras

Denny Saputra • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB
Kepala Kanwil Perum Bulog Kaltimtara, Musazdin Said.
Kepala Kanwil Perum Bulog Kaltimtara, Musazdin Said.

SAMARINDA – Kemarau berkepanjangan yang disebut dipengaruhi fenomena El Nino berdampak terhadap produksi padi di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Timur. Kondisi tersebut turut menekan kemampuan Perum Bulog menyerap beras dari petani lokal.

Meski demikian, Kantor Wilayah Perum Bulog Kaltimtara memastikan ketersediaan beras untuk masyarakat di wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara tetap terjaga hingga akhir 2026.

Kepala Kanwil Perum Bulog Kaltimtara Musazdin Said mengatakan, kekeringan membuat hasil panen petani di sejumlah wilayah Kalimantan ikut terdampak. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap serapan beras produksi lokal yang masuk ke gudang Bulog.

“Memang saat ini ada El Nino, musim panas atau kekeringan yang berkepanjangan. Ini juga memengaruhi hasil panen daripada petani,” ujarnya, Minggu (27/9).

Menurut dia, kemarau cukup berpengaruh terhadap pertanian di Kalimantan karena sebagian lahan persawahan rentan mengalami kekeringan. Kondisi tanah yang retak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi hingga menyebabkan tanaman rusak atau mati.

Baca Juga: Kemarau dan Intrusi Air Laut Ganggu Pasokan, BPBD Samarinda Salurkan Sejuta Liter Air Bersih

Dengan kondisi tersebut, Bulog tidak dapat hanya mengandalkan produksi beras dari Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan wilayah.

“Kalau mengandalkan serapan dari Kalimantan Timur sendiri, pasti jelas tidak cukup,” terangnya.

Untuk menjaga ketersediaan, Bulog Kaltimtara mengandalkan mekanisme pemerataan stok secara nasional. Pasokan didatangkan dari sejumlah daerah sentra produksi yang relatif dekat dengan Kalimantan, di antaranya Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Musazdin mengatakan, kedua wilayah tersebut memiliki surplus produksi yang dapat disalurkan ke daerah lain, termasuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Daerah produksi yang dekat dengan Kalimantan Timur ada Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Di sana ada kelebihan produksi yang kemudian masuk ke gudang-gudang kami di sini,” jelasnya.

Pasokan tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan maupun kebutuhan masyarakat. Secara keseluruhan, pasokan beras yang diproyeksikan masuk ke wilayah kerja Bulog Kaltimtara mencapai sekitar 16 ribu ton.

Musazdin menyebut stok beras untuk Kaltim dan Kaltara diperkirakan berada di kisaran 13 ribu ton hingga akhir 2026. Dengan dukungan pasokan dari daerah sentra produksi, ketersediaan beras di dua provinsi tersebut dipastikan tetap aman hingga penghujung tahun.

“Untuk Kaltim dan Kaltara, stoknya kurang lebih sekitar 13 ribu ton sampai dengan akhir 2026. Sehingga stok beras di Kaltim-Kaltara ini akan aman sampai akhir tahun,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
dampak El Nino Stok Beras Kaltim pertanian samarinda ketahanan pangan Bulog Kaltimtara